Indonesia
Senin, 06 April 2026 09:26 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Pada Minggu, 5 April 2026, umat Nasrani merayakan Paskah atau kebangkitan Yesus Kristus. Biasanya, perayaan Paskah memang identik dengan kelinci Paskah, topi hias, berburu telur Paskah, hingga menyelenggarakan makan malam keluarga khas hari Minggu.
Namun, ternyata tidak semua masyarakat di berbagai negara merayakan momen ini dengan cara yang sama. Seiring berjalannya waktu, tradisi Paskah terus berkembang dan menghasilkan berbagai cara unik dalam merayakannya di seluruh dunia.
Berikut ini beberapa tradisi Paskah yang seru dan unik dari berbagai negara, seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
BACA JUGA: 7 Tradisi Unik Perayaan Paskah di Berbagai Daerah Indonesia
Dilansir dari Rushton Hall, di Norwegia terdapat tradisi Paskekrimmen, yaitu membaca, menonton, dan mendengarkan cerita kriminal atau thriller detektif selama libur Paskah. Tradisi ini konon kabarnya dimulai pada tahun 1923, ketika sebuah penerbit melakukan promosi novel kriminal di halaman depan koran.
Iklan promosi novel tersebut terlihat begitu realistis bahkan sampai orang-orang pada saat itu mengira iklan tersebut adalah berita sungguhan. Kini, penerbit, radio, dan TV bahkan rutin membuat ‘Thriller Paskah’ khusus.
BACA JUGA: Catat Daftar Hari Libur Nasional 2026, Ada 17 Hari!
Tidak dapat dipungkiri aktivitas mencari keranjang berisi cokelat memang hal yang seru dan menyenangkan untuk dilakukan. Di Jerman, Swiss dan banyak negara lain menyelenggarakan acara ini menyemarakkannya dengan tak hanya telur yang disembunyikan tapi juga ‘sarang Paskah’.
Dilansir dari EF, sarang ini bisa berbentuk seperti keranjang atau kotak berhias yang berisi cokelat berbentuk telur, kelinci, permen, atau mainan. Konon, dikisahkan semua cokelat tersebut disembunyikan oleh kelinci Paskah.
Bagi masyarakat Polandia, mereka merayakan hari Senin setelah Paskah atau Smigus Dyngus (Senin Basah) dengan perang air.
Dulu, tradisi ini lebih sering dilakukan oleh pria lajang untuk mengejar wanita yang masih lajang. Sekarang, semua orang boleh ikut serta memainkan permainan air.
Untuk melakukannya, Anda cukup menggunakan pistol air, botol bekas sampo atau sabun, dan ember.
Jika Anda mengunjungi pulau Corfu, Yunani ketika Paskah, sebaiknya hati-hati dengan benda yang jatuh dari atas. Dilansir dari EF, hal ini karena setiap Sabtu Paskah pukul 11 siang, warga akan melempar pot yang terbuat dari tanah liat dari balkon.
Sebetulnya, tradisi ini berasal dari abad ke-16, ketika orang-orang mulai membuang barang lama untuk menyambut awal baru. Pecahan pot ini dipercaya mampu mengusir roh jahat.
BACA JUGA: Film Conclave Jadi Sorotan Pasca Paus Fransiskus Meninggal, Mengungkap Proses Pemilihan Paus
Ada tradisi unik di Luksemburg bernama Bretzelsonnden (Minggu Pretzel). Pretzel adalah kue manis yang dilapisi toping gula dan almond.
Orang laki-laki di Luksemburg akan membagikan kue pretzel ke wanita yang mereka sukai. Jika kue tersebut diterima pihak wanita, maka mereka boleh berkunjung saat Paskah dan akan mendapatkan telur sebagai balasan.
Namun, pada perayaan Paskah di tahun kabisat, perannya akan dibalik, yaitu pihak wanita yang membagikan kue pretzel.
Di Swedia dan beberapa negara Skandinavia lainnya, masyarakat justru merayakan Halloween menjelang Paskah.
Tidak mengherankan jika pada saat itu anak-anak mulai berdandan seperti penyihir, membawa sapu dan panci, kemudian berkeliling meminta permen. Sebagai gantinya, mereka akan memberikan ranting hias atau gambar.
Sebetulnya, tradisi ini berasal dari suatu legenda penyihir yang pergi ke Blakulla untuk menghadiri pesta dengan iblis sebelum Paskah. Untuk mencegah penyihir yang berpesta dengan iblis itu kembali, warga menyalakan api unggun yang besar di hari Minggu Paskah.
Dilansir dari Rushton Hall, di Filiphina, gadis-gadis kecil berdandan seperti malaikat lalu ikut dalam proses yang dilakukan seharian penuh yang disebut ‘salubong’.
Setelah itu, pria dan wanita berjalan dalam dua kelompok yang terpisah. Para pria membawa patung Yesus yang bangkit, sedangkan para wanita membawa patung Maria yang berduka.
Ketika kedua kelompok ini bertemu di gereja, maka pertemuan ini melambangkan bertemunya Yesus dengan ibunya setelah kebangkitan.
Setelah itu, gadis kecil yang berdandan seperti malaikat akan membuka selubung duka, lalu suasana akan berubah menjadi penuh perayaan dan cahaya.
BACA JUGA: Kenali Apa Itu Konklaf, Tradisi Pemilihan Pemimpin Baru Gereja Katolik
Di beberapa negara di Eropa, seperti Swedia, Jerman, Austria, dan Swiss yang biasanya akan membawa hadiah manis untuk anak-anak adalah kelinci liar (hare), bukan kelinci biasa.
Sementara itu, di Prancis, bukan kelinci yang membagikan cokelat, melainkan lonceng Paskah.
Setiap Senin Paskah, kota kecil di Prancis yaitu Haux akan menyajikan hidangan berupa omelet raksasa di alun-alun. Omelet ini dibuat dari lebih dari 4.500 telur yang bisa dimakan sampai 1.000 orang.
Dilansir dari Rushton Hall, konon saat Napoleon melewati daerah tersebut, ia sangat menyukai omelet yang ia konsumsi, jadi ia meminta warga membuat omelet raksasa untuk tentaranya keesokan harinya.
BACA JUGA: Mengulik Sejarah Vatikan yang Kini Jadi Pusat Gereja Katolik
Di kawasan Bermuda, bermain layang-layang adalah aktivitas favorit yang kerap dilakukan saat libur Paskah. Warga di Bermuda akan membuat sendiri layang-layang dari kayu, kertas warna-warni, dan bahan khusus bernama ‘hummers’ yang dapat menghasilkan suara dengungan yang khas.
Setelah itu, setiap Jumat Agung, semua orang berkumpul dalam festival layang-layang untuk menerbangkan layang-layang mereka.
Itu tadi beberapa tradisi perayaan Paskah dari berbagai negara di dunia.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 06 Apr 2026