Berkat Cuaca Lembab Padang Panjang, Saung Jamur Hasilkan Omzet Puluhan Juta

Rabu, 01 Juni 2022 11:35 WIB

Penulis:Sutan Kampai

Editor:Redaksi

285460484_328868049416859_3077791895709773511_n.jpg
Budidaya jamur di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Fotok: dok Kominfo)

Menginjakan kaki di Kota Padang Panjang, membuat Hari Ramadoni berpikir memanfaatkan cuaca lembab Padang Panjang untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar organik.

Mendirikan Saung Jamur, menjadi pikiran utamanya pada tahun 2011 dalam menghasilkan sesuatu yang organik. Ia mencoba mengolah mulai dari bahan utama budidaya, meskipun pada tahun pertama tidak membuahkan hasil sama sekali, membuatnya tidak patah semangat. Satu tahun berlalu Hari melihat media tanam menampakkan tunas dan membuat Hari semangat kembali.

Tahun demi tahun berlalu, Hari terus belajar mendapatkan hasil yang bagus dan layak. Hingga sampai sekarang dalam sebulan ia bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah. Kini ia memiliki enam pondok binaan rumah jamur. Dua pondok di Kelurahan Bukit Surungan, dua pondok di Guguk Malintang, satu di Ngalau, dan satu lagi di Ekor Lubuk.

“Dengan kita melakukan pembinaan kepada beberapa kelompok tani, hingga sekarang kita sudah memiliki enam pondok jamur yang bisa dibudidayakan. Dan satu di Bukit Surungan ini, ada yang disabilitas,” ujarnya dikutip dari relis Kominfo, Rabu (1/6/2022).

Media tanam jamurnya (log) merupakan dari bahan yang sangat organik. Terdiri dari serbuk kayu sawmill, dadak padi, kapur pertanian dan jagung halus. Semua bahan tersebut diaduk menjadi satu yang ditambahkan air, lalu difermentasikan selama satu malam. Disterilkan dengan cara dikukus selama delapan jam.

Didinginkan, selanjutnya dimasukkan indukan dan diinkubasi selama dua bulan sampai jamurnya mulai keluar. Setelah proses tersebut, log jamur bisa dipasarkan.

Saung Jamur ini tidak hanya memiliki binaan di Kota Padang Panjang saja, namun ia juga sudah memasarkan log jamur di beberapa daerah di Sumatera Barat bahkan sampai ke Pekanbaru. Dimana satu tempat minimal membeli 1.000 log jamur.

Log jamur ini masa kedaluwarsanya mulai dari enam sampai delapan bulan. Di mana agen-agen jamur yang memesan log ini, akan kembali setelah empat bulan pembelian pertama. Dikarenakan pembuatan log yang memakan waktu dua bulan.

Enam binaan Saung Jamur di Padang Panjang ini, tidak takut bagaimana cara pemasaran hasil jamur yang sudah dipanen.

“Tujuan kita dengan adanya Saung Jamur ini bisa membantu perekonomian masyarakat kita. Jamur yang mereka panen, bisa mereka kembalikan ke kita untuk kita olah dan juga bisa mereka pasarkan sendiri,” tuturnya lagi.

Meminimalisir tumpukan jamur, Saung Jamur juga membuat beberapa produk olahan jamur seperti Jamur Crispy, Nugget Jamur, Abon Jamur dan lainnya. Yang mana produk-produk tersebut juga dipasarkan di beberapa minimarket dan kafe di Padang Panjang.

“Target kita kafe di Padang Panjang ini bisa memberikan cemilan jamur. Tujuan utama kita menjadikan Padang Panjang sebagai sentra jamur di Sumatera Barat. Saat ini sudah ada beberapa sekolah yang melakukan ekowisata ke tempat kita ini,” tutupnya.