PGN
Minggu, 26 Juli 2026 18:35 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA – PT Perta Arun Gas (PAG), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menjadi satu-satunya perusahaan yang berkontribusi mengantarkan Indonesia meraih posisi peringkat pertama pasar pemuatan ulang (re-ekspor) LNG terbesar di dunia. Pencapaian tersebut tercantum dalam International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang dipublikasikan melalui situs resmi IGU pada awal Juli 2026.
Mengacu pada laporan tersebut, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dengan volume pemuatan LNG sebesar 0,85 juta ton, atau menguasai 17,3% pangsa pasar global. Capaian ini didukung oleh kinerja Terminal Arun yang dikelola PAG, afiliasi Subholding Gas Pertamina, sehingga Indonesia mampu melampaui sejumlah negara lain dalam pasar re-ekspor LNG dunia.
President Director PAG, Yan Syukharial menyatakan torehan prestasi ini dicapai seiring dengan dijadikannya bisnis LNG Hub sebagai salah satu backbone business PAG. “Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujarnya.
BACA JUGA: PGN Edukasi Safety Berlangganan Gas Bumi bagi Warga Rusunawa Marunda
Sebelumnya pada Agustus 2022, melalui IHS Markit, salah satu lembaga internasional terbesar penyedia data, riset, dan analisis bisnis energi, PAG juga dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia. Komitmen perusahaan untuk terus menjadi operator yang unggul, berhati-hati, berpengalaman dalam mengoperasionalkan kilang, serta menjunjung tinggi budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) agar tercipta lingkungan kerja yang aman menjadi pilar penting pencapaian tersebut.
Lokasi wilayah operasional yang strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh dapat memudahkan penerimaan dan penyaluran pasokan LNG secara global. PAG, menurut Yan, terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan. "Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," ujarnya.
Selama periode 2025, PAG telah melaksanakan 49 kegiatan operasional yang terdiri dari 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD). Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 m³ dengan total energi sebesar 34.806.990 MMBTU (Million Metric British Thermal Units), reloading mencapai 1.162.429,49 m³ dengan besaran energi 27.016.005 MMBTU, serta GUCD mencapai 176.847,75 m³ dengan energi 4.107.643 MMBTU.
Sepanjang Tahun 2025, PAG berhasil memperoleh pendapatan sebesar USD 105 juta. Perusahaan yang baru berusia 13 tahun ini juga mencatatkan laba bersih perusahaan sebesar USD 25,1 juta. "Kinerja ini juga membuktikan bahwa upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara positif di tengah tantangan yang ada," ujar Yan.
Pencapaian luar biasa ini, masih menurut Yan, didapatkan atas banyak keunggulan strategis yang dimiliki oleh perusahaan. Selain menjadi satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia, lokasi Terminal Arun yang dekat dengan pasar LNG di Asia Tenggara dan Asia Selatan pun menjadi nilai lebih. “Apalagi PAG juga didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan adaptif,” ujarnya.
BACA JUGA: PGN Pasok Gas Bumi ke Produsen Aspal, Dukung Industri Ramah Lingkungan
Yan juga menegaskan, PAG dalam naungan Subholding Gas Pertamina akan fokus secara konsisten meningkatkan kehandalan kilang dalam kinerja operasionalnya sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). "Kita juga akan barengi dengan inovasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutupnya.
Tulisan ini telah tayang di jabarjuara.co oleh Redaksi pada 26 Jul 2026