Bukan Cuma Lingkungan, Karhutla Juga Rugikan Indonesia Rp565 Triliun

Selasa, 03 November 2026 17:25 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Kondisi simpang 4 Jalan Radial Palembang, ketika asap pekat menyelimuti Kota Palembnag
Kondisi simpang 4 Jalan Radial Palembang, ketika asap pekat menyelimuti Kota Palembnag (Foto WongKito.co/dok)

JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sepanjang 2026 menimbulkan kerugian ekonomi hingga sekitar Rp565 triliun.

Berdasarkan hasil studi terbaru bertajuk Biaya Ekonomi dan Kesehatan Karhutla yang dipublikasikan pada Senin, 2 November 2026, CELIOS mengungkapkan bahwa biaya untuk menangani dampak kesehatan menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar akibat bencana tersebut.

CELIOS menjelaskan dampak kerugian kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2026 berpotensi mencapai Rp359,58 triliun-Rp565,03 triliun berdasarkan data kumulatif Karhutla diakses per 20 Oktober 2026.

Kemudian, biaya ekonomi dari hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai Rp340,38 triliun (2,69 persen PDB) dan menghilangkan potensi penerimaan pajak daerah mencapai Rp4,06 triliun.

Sedangkan secara sektoral, sebanyak 77 persen kerugian ekonomi berasal dari sektor kehutanan dan penebangan kayu, lalu diikuti oleh sektor industri pengolahan.

Tak  hanya itu, total biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis ISPA mencapai Rp19,20 triliun yang berasal dari biaya kesehatan langsung dan biaya kesehatan tidak langsung.

Sementara itu, biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis dan bergejala ISPA mencapai Rp224,65 triliun.

Tulisan ini telah tayang di wongkito.co oleh Redaksi Wongkito pada 03 Nov 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 03 Nov 2026