kambing
Kamis, 28 Mei 2026 18:24 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Pada Rabu, 27 Mei 2026, umat muslim di seluruh dunia merayakan Iduladha. Iduladha sendiri adalah salah satu dari dua hari raya besar dalam Islam yang juga dikenal sebagai ‘Lebaran Besar’.
Di banyak tempat, Iduladha juga identik dengan ibadah kurban, jadi tidak mengherankan momen ini disebut sebagai Hari Raya Kurban.
Di berbagai negara, meski Iduladha memiliki makna yang sama, cara merayakannya ternyata berbeda. Berikut beberapa perbedaan tradisi Iduladha di berbagai negara.
BACA JUGA: 6 Trik Mengurangi Bau Prengus pada Daging Kambing Kurban, Jangan Sembarangan!
Seperti yang dilansir dari Conde Nast Traveller, jelang Iduladha, ada banyak pasar hewan yang bermunculan di Kairo. Salah satu pasar yang terkenal adalah Souk Al Gamal, yang berlokasi di Birqash, dekat Kairo, yang dikenal sebagai pasar unta terbesar di dunia.
Di Souk Al Gamal, transaksi bisa sangat ramai dan dinamis. Bahkan, harga unta bisa dibandrol ribuan dolar.
BACA JUGA: Kurban Sapi Presiden Gunakan APBN, Sebetulnya Berapa Kekayaan Prabowo?
Di negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan, para perempuan biasanya menghias tangan dan kaki menggunakan henna sehari sebelum Iduladha.
Tradisi ini dilakukan bersama keluarga atau teman, bahkan sekarang mudah ditemukan di pusat perbelanjaan atau pasar.
Di Indonesia, masyarakat merayakan Iduladha dengan pawai keliling desa yang sering disebut sebagai ‘Takbiran’’. Anak-anak dan para warga akan membawa obor atau lampu, sambil melantunkan doa.
Selain itu, pawai atau takbiran kini sering menggunakan dekorasi modern seperti lampu LED dan replika hewan kurban.
BACA JUGA: Ternyata Ini Ciri-ciri Kolesterol Naik, Gara-gara Daging Kambing?
Masyarakat di Suriah dan Palestina banyak yang mengunjungi makam kerabat saat Iduladha.
Mereka membersihkan makan, meletakkan bunga, dan berdoa. Tradisi ini juga menjadi momen refleksi dan mengenang orang-orang yang telah meninggal dunia.
Komunitas Muslim Hui yang tinggal di Tiongkok juga melakukan doa dan ziarah, termasuk membakar dupa di makan keluarga.
Mereka percaya asap dupa dapat membawa doa ke langit, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Di Nigeria, usai melaksanakan salat Id, penjaga istana di Kano akan menembakkan senjata tradisional ke udara sebagai tanda perayaan.
Setelah itu, biasanya parade kuda dan festival budaya akan digelar dengan meriah.
Di Senegal, ada jenis domba yang bernama ladoum yang khusus tidak dijadikan hewan kurban. Hal ini dilakukan karena domba ladoum dianggap sangat berharga.
Domba ladoum sering dipelihara untuk kontes kecantikan dan simbol status, bahkan sampai bernilai tinggi.
Itu tadi beberapa tradisi menyambut Iduladha di berbagai negara.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 28 Mei 2026