Bank Indonesia
Kamis, 06 Agustus 2026 12:27 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA – Nama Burhanuddin Abdullah kembali menjadi perhatian publik setelah disebut-sebut masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Sosok yang pernah memimpin bank sentral pada periode 2003–2008 ini dikenal sebagai ekonom senior dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter, baik di Bank Indonesia, lembaga internasional, maupun pemerintahan.
Selama berkarier, Burhanuddin membangun reputasi sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan kebijakan moneter dan penguatan kerja sama keuangan internasional. Pengalamannya yang telah berlangsung lebih dari dua dekade menjadikannya salah satu nama yang kerap diperhitungkan dalam isu-isu ekonomi nasional.
Meski demikian, perjalanan kariernya tidak lepas dari kontroversi. Pada 2008, Burhanuddin dijatuhi vonis dalam kasus korupsi terkait dana Bank Indonesia, sebuah perkara yang sempat menjadi sorotan luas dan turut mewarnai rekam jejaknya di dunia kebijakan ekonomi.
BACA JUGA: Yen Jepang Semakin Ambrol, Seberapa Besar Ancamannya bagi Rupiah?
Meski demikian, ia tetap aktif di berbagai lembaga strategis dan pada 2025 menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana. Berikut profil lengkap Burhanuddin Abdullah, mulai dari pendidikan, perjalanan karier, hingga rekam jejaknya.
Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior Indonesia yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Bank Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Gubernur BI, hingga Gubernur Indonesia untuk International Monetary Fund (IMF).
Selain dikenal sebagai bankir sentral, Burhanuddin juga pernah dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, memimpin Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), menjadi Rektor IKOPIN, hingga menjabat Komisaris Utama PT PLN (Persero).
Dengan pengalaman tersebut, namanya kembali disebut dalam pembahasan mengenai figur yang dinilai memiliki kapasitas memimpin Bank Indonesia.
Baca juga : Mengenal BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa
Perjalanan pendidikan Burhanuddin Abdullah dimulai dari sekolah dasar di Jawa Barat hingga menempuh pendidikan ekonomi di Amerika Serikat.
Pendidikan Formal,
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Burhanuddin bekerja di sektor perkebunan dan pemerintahan. Beberapa jabatan awal yang pernah diembannya antara lain:
Burhanuddin resmi bergabung dengan Bank Indonesia pada 1 Juni 1979. Selama hampir tiga dekade, ia menempati berbagai posisi strategis yang membentuk reputasinya sebagai salah satu ekonom moneter senior Indonesia.
Jabatan di Bank Indonesia,
Selama memimpin BI, Burhanuddin berperan dalam menjaga stabilitas moneter Indonesia pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis.
Baca juga : Siapa Pengganti Perry Warjiyo? Ini Profil 8 Kandidat Gubernur BI
Burhanuddin Abdullah dikenal sebagai salah satu ekonom Indonesia yang memiliki pengalaman luas di bidang kebijakan moneter, hubungan internasional, dan tata kelola sektor keuangan.
Beberapa capaian pentingnya antara lain:
Rekam jejak Burhanuddin Abdullah tidak lepas dari kontroversi hukum. Pada 2008, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) senilai Rp100 miliar.
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kemudian menjatuhkan putusan,
Putusan tersebut menjadikan Burhanuddin Abdullah sebagai mantan terpidana kasus korupsi.
Di tengah perjalanan kariernya, Burhanuddin juga menerima sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan Presiden Prabowo Subianto pada 2025 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya kepada negara.
Sebagai mantan Gubernur BI, mantan Deputi Gubernur BI, serta mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Burhanuddin memahami tata kelola bank sentral dan kebijakan ekonomi makro Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan namanya kembali dikaitkan dengan posisi Gubernur BI.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia definitif. Dengan demikian, penyebutan nama Burhanuddin Abdullah masih sebatas bagian dari spekulasi dan pembahasan publik, bukan daftar resmi calon yang telah ditetapkan pemerintah.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 30 Jul 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 06 Agt 2026