listrik
Senin, 20 Juli 2026 19:41 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Selama ini kamu tentu sudah sering mendengar nasihat bahwa sebaiknya kita tidak boleh menggunakan ponsel atau HP saat sedang mengisi daya. Alasannya adalah karena kebiasaan itu dapat mempercepat kerusakan baterai.
Lalu, apakah hal itu fakta atau hanya mitos belaka?
Seperti yang dilansir dari BGR, anggapan ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Para ahli menyebut nasihat ini sebagai salah satu mitos paling umum seputar pengisian daya baterai.
BACA JUGA: Antisipasi Pemadaman Listrik, 5 Hal Ini Harus Kamu Siapkan dari Sekarang
Bahkan, mitos tersebut sama populernya dengan anggapan mengisi daya ponsel semalaman pasti merusak baterai.
Namun, jika ingin memperpanjang usia baterai ponsel, ada kebiasaan lain yang justru lebih berpengaruh daripada sekadar memakai ponsel saat sedang di-charge.
Dilansir dari BGR, menggunakan ponsel saat sedang di-charge memang membuat proses pengisian daya baterai jadi sedikit lebih lambat. Hal itu karena daya dari charger perlu dibagi untuk mengisi baterai sekaligus menjalankan aplikasi yang sedang digunakan.
Akan tetapi, sebetulnya kebiasaan ini tidak secara otomatis merusak battery health dalam jangka panjang.
Namun, potensi kerusakan tetap bisa terjadi jika penggunaan ponsel saat mengisi daya menghasilkan panas yang berlebihan.
Hal ini karena suhu ponsel yang terlalu tinggi bisa mempercepat degradasi baterai lithium-ion (jenis baterai yang digunakan di hampir semua smartphone yang saat ini dijual).
BACA JUGA: Harga iPhone 15 dan Speknya, Masih Worth It Buat Dibeli di 2026?
Meski begitu, kondisi tersebut masih relatif jarang terjadi, kecuali kalau kamu menggunakan ponsel untuk menggunakan aplikasi yang sangat berat hingga membuat komponen ponsel bekerja di luar batas normal.
Ketika ponsel dihubungkan ke charger sambil digunakan, biasanya sistem akan membagi aliran listrik. Sebagian dayanya digunakan untuk mengisi baterai, sementara sisanya langsung disalurkan untuk menjalankan perangkat dan aplikasi yang sedang aktif.
Meski begitu, sekarang pada umumnya smartphone modern sudah dibekali fitur bypass charging. Itu artinya, daya ponsel dari charger langsung bisa digunakan untuk menjalankan ponsel tanpa terlebih dahulu mengisi baterai.
Keunggulan utama dari adanya fitur bypass charging adalah meningkatkan performa sekaligus mengurangi panas.
Fitur ini juga sangat berguna apalagi saat ponsel digunakan untuk mengerjakan aplikasi yang berat seperti bermain game dalam waktu lama atau mengedit video.
BACA JUGA: In This Economy, 7 Barang Ini Bisa Dijual untuk Tambah Uang Bertahan Hidup
Sebaliknya, kalau ponsel harus mengisi baterai sekaligus menjalankan aplikasi berat secara bersamaan, suhu perangkat bisa meningkat lebih tinggi.
Panas yang berlebih ini dapat mempercepat penurunan kualitas baterai lithium-ion, bahkan membuat prosesor (CPU) menurunkan performanya secara otomatis (thermal throttling) agar suhu tidak semakin tinggi.
Dengan bypass charging, kedua masalah tersebut dapat diminimalkan. Namun, ada konsekuensinya, yaitu persentase baterai tidak akan bertambah selama fitur ini aktif, karena seluruh daya dari charger langsung digunakan untuk menjalankan ponsel, bukan untuk mengisi baterai.
Itu tadi penjelasan soal mitos dan fakta tentang menggunakan ponsel saat mengisi daya apakah akan mempercepat kerusakan baterai.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 20 Jul 2026