Kopi
Senin, 04 Mei 2026 15:22 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA - Ibadah kurban sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang mahal. Padahal, jika dihitung secara sederhana, biaya tersebut sebenarnya bisa dijangkau dengan penyesuaian kecil dalam kebiasaan sehari-hari, misalnya dengan mengurangi pengeluaran untuk membeli kopi di luar.
Lalu, jika harga kambing kurban diasumsikan sekitar Rp2 juta dan patungan sapi sebesar Rp3,5 juta, kira-kira setara dengan pengeluaran apa saja dalam keseharian kita?
Harga kopi kekinian di kafe rata-rata berkisar Rp20.000 – Rp30.000 per gelas. Kita ambil angka moderat Rp25.000. Dengan asumsi tersebut, perhitungannya seperti berikut,
Perhitungan: Rp2.000.000 ÷ Rp25.000 = 80 gelas kopi
Artinya:
Dengan kata lain, cukup “puasa kopi kafe” selama 1–2 bulan, kamu sudah bisa berkurban kambing.
Untuk patungan sapi (umumnya tujuh orang), biaya per orang sekitar Rp3,5 juta. Jika kita asumsikan harga sapi di per iuaran di harga Rp3,5 juta maka perhitungannya sebagai berikut,
perhitungan : Rp3.500.000 ÷ Rp25.000 = 140 gelas kopi
Artinya:
Jadi, dalam waktu sekitar 2–4 bulan penghematan kecil, kamu sudah bisa ikut kurban sapi.
Baca juga : Kurban Bukan Sekadar Tradisi, Ini Cara Bijak Membagikan Daging Kurban
Supaya lebih terasa realistis, berikut perbandingan lain:
Perhitungan diatas menunjukkan jika kurban bukan semata soal kemampuan finansial besar, melainkan soal konsistensi dan penentuan prioritas. Ketika pengeluaran kecil sehari-hari mulai disadari dan dikelola, sebenarnya ada ruang yang cukup untuk dialihkan menjadi tabungan ibadah.
Banyak pengeluaran yang tampak sepele seperti jajan, minuman, atau pembelian impulsif, jika dikumpulkan dalam periode tertentu justru memiliki nilai yang signifikan.
Dengan langkah sederhana seperti mengurangi konsumsi kecil harian, menabung rutin Rp20–50 ribu, dan menjaga disiplin selama 2-4 bulan, target kurban menjadi jauh lebih realistis.
Baca juga : Tren Kurban Ramah Lingkungan, Ini Tips yang Bisa Diterapkan Generasi Muda
Pendekatan ini tidak menuntut perubahan gaya hidup drastis, melainkan hanya penyesuaian kecil yang dilakukan secara konsisten. Dalam praktiknya, kebiasaan ini juga membantu membentuk pola keuangan yang lebih sehat dan terencana.
Pada akhirnya, baik kurban kambing maupun kurban sapi bisa diusahakan bila kita mau menyisihkan angka kecil. Angka tersebut memperlihatkan bila tujuan berkurban sebenarnya dekat dan terjangkau.
Lewat penghematan kecil namun konsisten dalam waktu relatif singkat, siapa pun dapat mulai merencanakan dan mewujudkan ibadah kurban tanpa harus menunggu kondisi finansial yang besar.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 02 May 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 04 Mei 2026