Mengenal Lebih Dekat CEO IKEA Jesper Brodin

Rabu, 10 Mei 2023 22:03 WIB

Penulis:Egi Caniago

Editor:Egi Caniago

Kisah Jesper Brodin, CEO IKEA Yang Dulunya Hanya Asisten
Kisah Jesper Brodin, CEO IKEA Yang Dulunya Hanya Asisten (LinkedIn / Jesper Brodin)

Jesper Brodin, CEO INGKA Holding, perusahaan di belakang IKEA lebih dari 20 tahun yang lalu hanyalah seorang asisten bos. Namun kerja keras, ambisi, dan daya tahannya di dunia kerja akhirnya menghantarkannya pada posisinya yang sekarang.

Pekerjaannya sehari-hari adalah membawa tas dan mencatat hingga suatu hari salah satu dari mentornya memberinya nasihat.

“Anda di sini untuk belajar, dan mendapatkan kesempatan untuk mendidik diri sendiri juga berpartisipasi dalam rotasi dan pertemuan yang menarik,” kata sang mentor kepada Brodin seperti dikutip TrenAsia dari laman website resmi Fortune Rabu, 10 Mei 2023.

Mentornya juga menambahkan nasihat agar ia fokus pada integritas dan tidak mengejar jabatan yang tampak mentereng "jangan ikuti tujuan gemerlap dari sebuah jabatan."

Setelah menerima nasihat mentornya, Brodin memutuskan untuk membingkai ulang fokusnya bukan lagi pada jabatan dan penghargaan, tetapi pada apa yang dia kuasai dan apa yang akan mengembangkan pikirannya.

Kisah Brodin dengan IKEA dimulai pada tahun 1995, yaitu ketika ia bekerja dengan peran manajer pembelian di biro Pakistan yang baru buka di IKEA setelah melihat iklan surat kabar untuk pekerjaan itu.  

Tak lama setelahnya, Brodin dipromosikan menjadi Manajer Pembelian Regional untuk area seluruh Asia Tenggara.

Pada tahun 1999, Brodin menjadi asisten pendiri IKEA, Ingvar Kamprad, dan Anders Dahlvig. Hingga akhirnya ia dipercaya untuk menjabat sebagai CEO.

Menurut Brodin, menjadi seorang CEO membutuhkan perubahan pola pikir.  “Saya [perlu melihat] diri saya sebagai seseorang yang mampu menghadapi tantangan bisnis berikutnya, [sementara] saya mencatat dan membawa tas,” kata Brodin.

Meski tak banyak terjadi, nampaknya kasus naiknya asisten menjadi CEO juga dialami oleh Dan Dahlvig. CEO IKEA yang pernah menjadi bos sekaligus mentor Brodin saat itu juga dulunya bekerja sebagai asisten.

Keduanya dengan cepat terhubung karena pengalaman sulit bersama mereka, yang menurut Brodin sangat berguna. “Setidaknya bagi saya, bimbingan harus didasarkan pada rasa saling klik, antara dua orang dan minat, keingintahuan, dan rasa hormat,” katanya.

Brodin memberikan nasihat kepada calon CEO yang seperti dirinya, yang mungkin menghadapi prospek puluhan tahun di sebuah perusahaan sebelum mendapatkan tempat yang didambakan.

“Temukan persimpangan dari apa yang Anda kuasai dan sesuatu yang benar-benar membuat Anda bahagia,” katanya.  “Maka Anda berada di jalur yang benar.  Dan jika Anda tidak berada di kedua tempat itu pada waktu yang sama, teruslah mencarinya.”

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rumpi Rahayu pada 10 May 2023