Nasional
5 Cara Investasi Tanah untuk Aset Jangka Panjang Gen Z
JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil serta derasnya arus informasi global, semakin banyak anak muda yang mulai melirik investasi jangka panjang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan kepemilikan aset pribadi di masa depan.
Saat ini, Generasi Z bahkan mulai beralih ke investasi tanah sebagai salah satu pilihan untuk membangun aset jangka panjang. Kepemilikan lahan dinilai lebih aman dan berpotensi memberikan nilai tambah seiring waktu, sehingga menjadi alternatif investasi yang semakin diminati.
Melansir dari laman Username Properties, Rabu, 7 Januari 2026, tanah tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang paling menguntungkan, aman, dan stabil. Berbeda dengan saham atau kripto, nilai tanah meningkat secara stabil dari waktu ke waktu, sehingga menjadikannya aset berisiko rendah dengan imbalan tinggi.
Sejumlah perencana keuangan menilai, investasi tanah dapat menjadi strategi awal bagi anak muda yang belum siap membeli rumah. Namun, tanpa perencanaan matang, investasi ini juga berisiko menimbulkan beban keuangan dan masalah legalitas.
Maka dari itu, Anda perlu mempersiapkan instrumen dan strategi yang tepat dalam berinvestasi. Berikut lima strategi investasi tanah yang relevan bagi Gen Z dan milenial di tengah sulitnya akses kepemilikan rumah:
1. Prioritaskan Lokasi Berkembang, Bukan Kawasan Premium

Alih-alih memaksakan diri membeli tanah di pusat kota, Gen Z disarankan menyasar kawasan pinggiran yang memiliki potensi pengembangan infrastruktur. Akses jalan, rencana transportasi publik, dan pertumbuhan permukiman menjadi indikator utama dari kenaikan nilai tanah.
Selain itu, lokasi yang strategis juga mampu membuka peluang yang jauh lebih luas. Anda dapat melakukan bisnis ataupun merintis sebagai UMKM lokal, dengan memanfaatkan kondisi sekitar.
2. Mulai dari Luas dan Harga yang Terjangkau
Tanah dengan ukuran kecil atau kavling terbatas dapat menjadi pintu masuk investasi bagi pemula. Strategi ini membantu menjaga arus kas agar tetap sehat tanpa harus menanggung cicilan besar sejak awal.
Dalam hal ini, Anda dapat mengambil tindakan yang tepat untuk memilih developer ataupun menelusuri tempat-tempat strategis dengan harga terjangkau. Komponen ini menjadi kunci penting, supaya investasi Anda dapat berkembang dan menguntungkan jangka panjang.
3. Pastikan Legalitas Tanah Aman

Status kepemilikan menjadi aspek krusial dalam investasi tanah. Sertifikat Hak Milik (SHM), kesesuaian tata ruang, serta tidak adanya sengketa harus dipastikan sebelum transaksi dilakukan untuk menghindari risiko hukum.
Sebagai investor ataupun pembeli, Anda harus cermat dan mempersiapkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pengurusan surat-surat tanah. Hal ini merupakan rangkaian penting untuk mendapatkan legalitas dan kepastian hukum yang jelas.
4. Hitung Biaya Tambahan Sejak Awal
Investasi tanah tidak hanya soal harga beli, melainkan banyak komponen lain yang harus dipersiapkan. Dalam hal ini, Anda harus mempersiapkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar proyeksi keuntungan investasi Anda berjalan secara realistis.
5. Gunakan Skema Kolektif atau Bertahap

Bagi Gen Z yang memiliki modal terbatas, skema patungan keluarga, pembelian bertahap, atau kerja sama investasi dapat dijadikan sebagai solusi. Model ini memungkinkan kepemilikan aset tetap berjalan, tanpa adanya tekanan finansial berlebih.
Namun, Anda juga harus mempertimbangkan secara matang terkait modal dan kerja sama yang dijalin bersama kerabat maupun keluarga. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman atau sistem pembagian hasil yang tidak adil.
Melalui strategi, pendekatan yang terukur, dan pemahaman risiko, tanah dapat menjadi fondasi awal menuju stabilitas aset di masa depan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 11 Jan 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 13 Jan 2026
