Bali
Kamis, 19 Maret 2026 10:17 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Pada Kamis, 19 Maret 2026 umat Hindu merayakan Hari Suci Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948. Di momen ini, umat Hindu melakukan beberapa rangkaian perayaan Nyepi, seperti Melasti, Pangrupukan, Sipeng, dan Ngembak Geni.
Pada saat Nyepi, umat Hindu merayakannya penuh dengan kesunyian dan refleksi diri. Nyepi juga merupakan momen untuk merenung, membersihkan diri, sekaligus menghindari berbagai gangguan duniawi.
Tidak mengherankan jika pada saat Nyepi, umat Hindu akan berhenti melakukan beberapa aktivitas sehari-hari seperto bekerja, bepergian, dan sebagainya sehingga muncul suasana sunyi.
BACA JUGA: X Money: Fitur Baru di X Karya Elon Musk
Kesunyian inilah yang akan memberikan kesempatan bagi umat Hindu untuk bermeditasi dan merenungkan diri.
Meditasi ketika Nyepi tidak hanya bermanfaat untuk refleksi dan sarana introspeksi, tapi juga membawa pengaruh baik bagi kesehatan mental dan fisik. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan lewat meditasi dalam keheningan Nyepi.
Bagi penderita kanker atau yang sedang menjalani pengobatan, meditasi sangat disarankan karena dapat membantu meredakan kecemasan, stres, kelelahan, gangguan suasana hati, hingga masalah tidur.
Bahkan, panduan klinis dari The Society for Integrative Oncology menyebutkan bahwa pasien yang rutin bermeditasi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Meditasi bisa menjadi solusi alami bagi perempuan yang mengalami menopause.
Aktivitas seperti yoga, tai chi, dan praktik meditasi lainnya terbukti membantu mengurangi gejala seperti hot flashes, gangguan tidur, perubahan suasana hati, stres, hingga nyeri otot dan sendi.
BACA JUGA: 7 Hidangan Khas Lebaran dari Seluruh Dunia
Mengacu pada tinjauan dari American Heart Association (AHA), meditasi dapat dijadikan terapi pendamping bagi penderita hipertensi.
Praktik ini membantu menurunkan tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
Studi dari University of Wisconsin menunjukkan bahwa orang yang bermeditasi selama delapan minggu mengalami penurunan stres dan memiliki pandangan hidup yang lebih positif.
Hal ini juga membantu menurunkan risiko penyakit akibat stres berlebihan.
Meditasi dikenal efektif dalam meredakan gejala kecemasan dan depresi.
Dengan melakukannya secara rutin, seseorang bisa merasa lebih tenang, mengurangi pikiran negatif, serta menjaga kestabilan kesehatan mental.
Meditasi dapat meningkatkan fokus dan daya ingat, sehingga membantu menurunkan risiko pikun seiring bertambahnya usia.
Bahkan, praktik ini juga bermanfaat untuk memperbaiki memori pada penderita demensia.
Kondisi mental sangat memengaruhi persepsi rasa sakit. Meditasi membantu menenangkan pikiran sehingga dapat mengurangi intensitas nyeri.
Praktik ini juga bisa menjadi pelengkap dalam penanganan nyeri kronis.
Meditasi berperan dalam membangun pola pikir yang lebih positif terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Selain itu, praktik ini juga menghadirkan rasa tenang, damai, dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.
Dengan meningkatkan kesadaran diri, meditasi membantu seseorang mengelola emosi dan dorongan, serta memahami akar dari perilaku adiktif.
Hal ini dapat mengurangi ketergantungan dan mencegah kekambuhan.
Meditasi membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lebih jernih, meningkatkan kesadaran diri, serta menumbuhkan ketenangan dan kesabaran.
Bahkan, praktik rutin juga dikaitkan dengan peningkatan kreativitas dan imajinasi.
BACA JUGA: Tips Mudik Nyaman dan Aman Bersama Anak
Itu tadi beberapa manfaat dari melakukan meditasi apalagi ketika Nyepi.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 19 Mar 2026