Melalui Dana PEN, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 Sebesar 5,5 Persen

Minggu, 28 November 2021 22:17 WIB

Penulis:Sutan Kampai

Editor:Sutan Kampai

ukm kaltim
Perajin menyelesaikan pembuatan batik. 5 UKM Kaltim raih transaksi Rp 3,8 miliar dalam kerja sama dengan Yogyakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warijo menyatakan ekonomi Indonesia mulai membaik seiring dengan meredanya pandemi COVID-19.

Pada pertemuan tahunan Bank Indonesia 2021 yang digelar beberapa waktu lalu, Perry optimis kondisi perekonomian nasional akan pulih dan seimbang menuju 2022 nanti.  

Ia juga mengatakan bahwa pembukaan sektor ekonomi  dan stimulus kebijakan yang akan diterapkan menjadi pendukung  terhadap pemulihan ekonomi nasional di 2022. sekaligus menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang memiliki dampak pada ekonomi nasional.

“Muncul 5 permasalahan baru yang perlu dicermati, pertama, normalisasi kebijakan di negara maju dan ketidakpastian pasar keuangan global. Kedua, dampak luka memar pandemi pada korporasi dan sistem keuangan. Ketiga, meluasnya sistem pembayaran digital antar negara dan risiko aset kripto. Keempat, tuntutan ekonomi keuangan hijau, dan kelima melebarnya kesenjangan perlunya inklusi ekonomi,” jelas Gubernur Bank Indonesia dalam keterangan resmi, Kamis, 25 November 2021.

Pemulihan ekonomi Indonesia di 2022 diharapkan akan tumbuh lebih tinggi. Adapun prediksi pertumbuhan bisa mencapai 4,7- 5,5 persen dari sebelumnya 3,4-4 persen di 2021.

Tingginya prediksi pertumbuhan ekonomi didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi dan stimulus kebijakan membuat konsumsi, ekspor dan investasi bisa lebih meningkat.

Pada 2022  juga dana pihak ketiga dan kredit diprediksi akan tumbuh mencapai 7-9 persen dan 6-8 persen berkat kecukupan modal tinggi, sistem keuangan stabil sehingga likuiditas melimpah.

Selain itu ekonomi keungan digital melimpah pesat serta pertumbuhan e-commerce di 2022 mencapai Rp530 triliun Rupiah. Begitu pun dengan uang elektronik yang mencapai Rp.337 triliun diikuti perbankan digital atau digital bangking bisa lebih dari Rp48 ribu triliun.

Sinergi dan inovasi menjadi kunci utama untuk bangkit dan optimis ekonomi nasional akan pulih dan lebih baik di tahun depan.

Maka Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, otoritas jasa keuangan, lembaga penjamin simpanan dan perbankan, dunia usaha, DPR Komisi XI, akademisi, media dan masyarakat demi mewujudkan pemulihan ekonomi nasional di 2022. (TrenAsia.com)