pertamina
Jumat, 12 Juni 2026 16:40 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA– Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai posisi harga BBM Indonesia dibandingkan negara-negara lain di kawasan ASEAN. Banyak yang ingin mengetahui apakah bahan bakar di Indonesia kini termasuk yang paling mahal di antara negara tetangga.
Pertanyaan tersebut mencuat setelah PT Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara nasional yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Dalam kebijakan tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik cukup signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Tidak hanya Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Perubahan harga ini membuat perbandingan harga BBM antarnegara kembali menjadi sorotan, terutama di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap biaya transportasi dan pengeluaran sehari-hari.
BACA JUGA: 3 Rekomendasi Serial dan Film Horor Jepang-Korea, Tayang di Netflix!
Meski kenaikan ini memicu keluhan dari konsumen, posisi Indonesia sebenarnya masih berada di kelompok menengah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Berikut harga BBM Pertamina setelah penyesuaian terbaru:
Kenaikan tersebut membuat harga Pertamax melonjak Rp3.950 per liter atau sekitar 32% dibandingkan harga sebelumnya.
Baca juga : Bom Waktu APBN: Ketika Selisih Harga BBM Picu Migrasi Massal
Malaysia selama bertahun-tahun dikenal memiliki harga BBM yang lebih murah berkat kebijakan subsidi energi yang besar.
Per Juni 2026:
Artinya:
Perbandingan ini menjadi sorotan karena Malaysia merupakan negara tetangga terdekat sekaligus produsen minyak yang masih mempertahankan subsidi energi cukup besar.
Vietnam menjadi salah satu negara dengan harga BBM yang relatif kompetitif di Asia Tenggara.
Per Juni 2026:
Dibandingkan Indonesia:
Kondisi ini menunjukkan bahwa setelah kenaikan terbaru, harga BBM Indonesia tidak lagi menjadi yang termurah di kawasan.
Filipina menerapkan sistem harga BBM yang lebih mengikuti mekanisme pasar sehingga harga dapat berbeda antarwilayah dan perusahaan.
Kisaran harga per Juni 2026:
Dibandingkan Indonesia:
Karena sistemnya deregulatif, konsumen Filipina menghadapi fluktuasi harga yang lebih besar dibanding Indonesia.
Baca juga : Pertamax Naik, IHSG Tetap Ngacir 0,49 Persen di Pembukaan Hari Ini
Singapura tetap menjadi negara dengan harga BBM paling mahal di ASEAN.
Per Juni 2026:
Artinya:
Tingginya harga BBM di Singapura dipengaruhi pajak kendaraan, pajak karbon, biaya operasional, dan kebijakan transportasi yang memang dirancang untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi.
Jika dibandingkan dengan negara-negara utama di ASEAN, posisi harga BBM Indonesia saat ini berada di kelompok menengah. Setelah kenaikan terbaru, harga Pertamax tercatat lebih mahal dibandingkan bensin sejenis di Malaysia dan Vietnam.
Sementara itu, harga BBM di Indonesia berada pada kisaran yang relatif mirip dengan Filipina, meskipun di negara tersebut harga dapat berbeda-beda tergantung wilayah dan perusahaan penyedia bahan bakar.
Di sisi lain, harga BBM Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan Singapura yang memiliki harga bensin tertinggi di kawasan akibat tingginya pajak dan biaya operasional.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak lagi dapat dikategorikan sebagai negara dengan harga bensin non-subsidi termurah di Asia Tenggara seperti beberapa tahun lalu.
Baca juga : Prabowo Didesak Tinggalkan Ekonomi Ekstraktif, Fokus Degrowth
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter tidak hanya mengubah posisi Indonesia dalam peta harga BBM ASEAN, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya hidup masyarakat.
Pengguna kendaraan pribadi akan merasakan kenaikan pengeluaran transportasi secara langsung setiap kali mengisi bahan bakar. Dalam jangka panjang, biaya logistik yang lebih tinggi juga berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai barang dan jasa.
Bagi rumah tangga kelas menengah yang masih memiliki cicilan rumah atau kendaraan, tambahan pengeluaran untuk BBM dapat semakin menekan ruang untuk menabung dan berinvestasi.
Jika kondisi ini berlangsung bersamaan dengan tekanan inflasi pangan dan suku bunga yang tinggi, daya beli masyarakat berisiko mengalami pelemahan dalam beberapa bulan ke depan.
Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:
Bagi pengguna kendaraan yang rutin mengonsumsi Pertamax, kenaikan hampir Rp3.950 per liter berarti tambahan pengeluaran ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Setelah kenaikan terbaru, harga BBM Indonesia memang belum menjadi yang termahal di ASEAN. Namun Indonesia juga tidak lagi bisa disebut sebagai negara dengan bensin murah, terutama jika dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam yang kini menawarkan harga lebih rendah untuk bensin dengan spesifikasi yang setara.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 10 Jun 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 12 Jun 2026