gojek
Jumat, 07 Agustus 2026 11:29 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA — Industri jasa pengiriman di Indonesia terus berkembang pesat seiring meningkatnya aktivitas belanja online. Pada 2025, J&T Express masih memimpin pasar logistik nasional dengan pangsa sekitar 30%, sementara Shopee Express (SPX) berada di posisi kedua dengan pangsa sekitar 27,9%. Kedua perusahaan tersebut menjadi pemain dominan di sektor courier, express, and parcel (CEP) yang terus bertumbuh berkat pesatnya transaksi e-commerce.
Mengacu pada laporan Mordor Intelligence, nilai pasar industri courier, express, and parcel (CEP) di Indonesia diperkirakan mencapai US$7,86 miliar pada 2025. Dalam lima tahun ke depan, nilainya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$11,15 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 7,24%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya belanja online melalui platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada. Dengan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melampaui US$130 miliar, perusahaan logistik kini tidak hanya bersaing dalam tarif pengiriman, tetapi juga kecepatan, jangkauan layanan, pemanfaatan teknologi, serta efisiensi operasional.
BACA JUGA: Penguasa Bisnis Rokok di Indonesia, Ini Daftar Raja Industri Tembakau
Lima perusahaan logistik terbesar di Indonesia pada 2025 meliputi:
Persaingan diatas menunjukkan industri logistik Indonesia kini didominasi dua pemain besar, sementara perusahaan ekspedisi konvensional terus bertransformasi untuk mempertahankan daya saing.
J&T Express mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar berkat jaringan distribusi yang luas, efisiensi operasional, serta tingginya volume pengiriman.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Melambat ke 5,29 Persen, RI Mulai Kehilangan Momentum
Di kawasan Asia Tenggara, perusahaan menguasai sekitar 34,4% pangsa pasar, menjadikannya salah satu perusahaan logistik terbesar di kawasan.
Sepanjang 2025, J&T mencatat sejumlah kinerja positif, antara lain:
Pada semester I 2025, J&T juga membukukan pendapatan US$5,5 miliar dengan laba bersih yang disesuaikan sebesar US$156 juta, meningkat 147,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Shopee Express (SPX) menjadi pesaing terdekat J&T karena memiliki keunggulan berupa integrasi langsung dengan ekosistem Shopee.
Dengan pangsa pasar sekitar 27,9%, SPX memperoleh keuntungan dari tingginya transaksi di platform e-commerce sehingga mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mempercepat waktu pengiriman.
Pada kuartal II 2025, bisnis logistik diperkirakan menyumbang sekitar 42% terhadap pendapatan Shopee. Secara keseluruhan, Shopee membukukan laba operasi sebesar US$581 juta pada 2025, didukung investasi besar pada jaringan logistik.
Baca juga : Apakah Uang Benar-benar Membuat Bahagia? Ini Jawaban Ilmu Ekonomi
Sebagai salah satu perusahaan ekspedisi tertua di Indonesia, JNE tetap menjadi pemain utama meskipun menghadapi tekanan dari ekspansi J&T dan Shopee Express. Perusahaan kini memperkuat bisnis di sektor e-commerce dan business-to-business (B2B).
Untuk 2026, JNE menargetkan pertumbuhan volume pengiriman maupun pendapatan di kisaran 20% hingga 30% melalui penguatan layanan dan perluasan kerja sama dengan pelaku usaha.
SiCepat memilih fokus meningkatkan pengalaman pelanggan. Perusahaan mencatat peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 16%, tertinggi di industri logistik Indonesia.
Sekitar 8% konsumen memilih SiCepat karena faktor kecepatan pengiriman. Selain itu, SiCepat juga menjalin kerja sama dengan Pos Indonesia guna memperluas jangkauan distribusi nasional.
Berbeda dengan perusahaan logistik swasta, Pos Indonesia menghadapi tekanan terhadap kinerja keuangan sepanjang semester I 2025. Perusahaan mencatat,
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi tidak adanya proyek penyaluran bantuan beras Bulog seperti pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Pos Indonesia terus melakukan transformasi melalui digitalisasi operasional.
Perusahaan telah mengoperasikan sekitar 150 robot sortir yang diklaim meningkatkan efisiensi hingga 42%. Dalam lima tahun mendatang, Pos Indonesia menargetkan peningkatan pangsa pasar dari 15% menjadi 25%.
Baca juga : Mengapa Rasa Cukup Sulit Dicapai Meski Gaji Terus Bertambah?
Pertumbuhan industri logistik Indonesia masih ditopang oleh perkembangan e-commerce yang terus meningkat setiap tahun. Nilai pasar logistik e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai US$5,20 miliar pada 2025, didukung tingginya aktivitas transaksi di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada.
Selain peningkatan volume paket, perusahaan logistik juga mulai berinvestasi pada:
Investasi tersebut menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan daya saing.
Prospek industri logistik nasional diperkirakan masih positif hingga beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan ekonomi digital, meningkatnya transaksi e-commerce, serta kebutuhan layanan pengiriman yang semakin cepat diperkirakan terus mendorong permintaan jasa logistik.
Namun, persaingan juga diperkirakan semakin ketat karena perusahaan tidak lagi hanya bersaing melalui tarif pengiriman, melainkan juga kualitas layanan, teknologi, kecepatan distribusi, serta kemampuan membangun ekosistem digital.
Hingga 2025, J&T Express masih menjadi pemimpin pasar logistik Indonesia berdasarkan pangsa pasar dan volume pengiriman. Shopee Express terus mempersempit jarak melalui kekuatan ekosistem e-commerce, sementara JNE, SiCepat, dan Pos Indonesia menjalankan berbagai strategi transformasi untuk mempertahankan daya saing di tengah pertumbuhan industri yang semakin kompetitif.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 06 Aug 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 07 Agt 2026