Nasional
5 Faktor yang Membuat Harga Emas Meroket di Tengah Konflik
JAKARTA — Emas adalah salah satu instrumen investasi yang masih jadi favorit banyak orang. Bahkan, sampai sekarang emas tak hanya bisa digunakan sebagai simbol kekayaan tapi juga sangat penting dalam sistem keuangan global.
Maka dari itu, penting untuk memahami apa saja yang mendorong dan memengaruhi harga emas, apalagi bagi Anda yang investor atau tertarik pada nilai logam mulia ini.
Salah satu yang memengaruhi harga emas, adalah perang. Hal ini karena perang secara signifikan dapat mengganggu perekonomian, perdagangan internasional, dan stabilitas mata uang, termasuk aset seperti emas.
BACA JUGA: Emas dan Perak Bukan dari Bumi, Pantas Disebut Logam Mulia!
Dilansir dari ISA Bullion, harga emas cenderung naik selama periode perang atau sedang terjadi ketidakpastian global. Jadi, ketika ketegangan geopolitik meningkat, maka harga emas akan mengalami lonjakan.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para investor tetap menjadikan emas sebagai instrumen investasi untuk melindungi nilai aset mereka ketika terjadi situasi tidak menentu.
Faktor Penyebab Perang Mendorong Kenaikan Harga Emas

Berikut beberapa alasan mengapa perang menyebabkan harga emas jadi naik.
1. Terjadi Gangguan pada Perdagangan Global

Perang dapat mengganggu perdagangan internasional, apalagi jika negara yang mengalami konflik adalah produsen utama dari komoditas penting yang dampaknya bisa berskala global.
Contohnya saat Rusia-Ukraina konflik, Rusia adalah produsen emas, nikel, minyak, gas alam, dan paladium, sedangkan Ukraina eksportir utama dari gas neon, minyak bunga matahari, dan gandung.
Jika terjadi gangguan pasokan energi dan bahan mentah, maka pasar akan mengalami ketidakpastian. Hal inilah yang menyebabkan investor akan kembali beralih ke instrumen investasi yang lebih aman seperti emas.
BACA JUGA: Alasan Lo Kheng Hong Tetap Beli Saham Saat IHSG Crash
2. Ketakutan dan Permintaan Safe Haven

Ketika masyarakat merasa sedang tidak aman baik secara fisik atau ekonomi, mereka akan secara otomatis memilih aset yang dianggap stabil dan terpercaya, yang selama ini adalah emas.
Emas banyak dipilih oleh para investor karena dianggap nilainya relatif stabil dalam jangka panjang, tidak bergantung pada kinerja perusahaan atau pemerintah, dan diyakini masih bisa digunakan sebagai pelindung nilai ketika pasar saham anjlok.
Jika ketakutan akan suatu konflik semakin besar, maka permintaan terhadap emas jadi semakin tinggi, yang kemudian akan mendorong kenaikan harga.
3. Skala dan Kedalaman Konflik

Memang, tidak semua konflik atau perang berdampak pada harga emas. Hal ini karena tergantung pada lokasi perang, negara yang terlibat konflik, dan dampak ekonomi global yang ditimbulkan.
Jika perang terjadi antara negara yang memiliki kekuatan besar dunia, terutama jika melibatkan risiko eskalasi yang luas, maka harga emas bisa melonjak tajam.
BACA JUGA: 4 Tips Investasi Emas Saat Harga Tinggi, Jangan FOMO!
4. Krisis Masa Lalu

Dilansir dari ISA Bullion, berbagai konflik global telah memicu peningkatan harga emas, contohnya ketika jelang Revolusi Iran (1978), harga emas naik hingga 23%.
Kemudian ada juga konflik antara Iran-Irak dan invasi Afghanistan oleh Uni Soviet juga mendorong kenaikan harga emas hingga 37% dan 126% pada akhir 1970-an.
5. Potensi Konflik yang Akan Datang

Kini sedang terjadi konflik antara Israel dan USA melawan Iran, yang kini menjadi perhatian pasar global.
Jika konflik besar terjadi dan melibatkan kekuatan ekonomi utama dunia, maka dampak terhadap perdagangan global jadi jauh lebih besar.
Selain itu, jika Tiongkok ikut mengalami konflik, padahal Tiongkok adalah produsen sekaligus konsumen emas terbesar di dunia, maka gangguan produksi dan distribusi dari Tiongkok bisa membuat harga emas semakin volatil.
BACA JUGA: 4 Tips dan Rekomendasi Platform Beli Emas, Makin Cuan!
Itu tadi beberapa alasan utama mengapa harga emas mengalami kenaikan drastis ketika terjadi perang atau konflik.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 03 Mar 2026
