Nasional
5 Tips Ampuh Hindari Doomjobbing dan Buka Peluang Karier Lebih Baik
JAKARTA — Akhir-akhir ini istilah doomjobbing kerap diperbincangkan banyak orang. Seperti yang dilansir dari Forbes, seperti halnya doomscrolling yang membuatmu terus-menerus scrolling di medsos atau berita negatif tanpa henti, doomjobbing juga akan membuatmu terjebak dalam pencarian kerja yang tidak efektif.
Doomjobbing adalah suatu kebiasaan para pencari kerja yang terus-menerus melamar pekerjaan secara asal-asalan atau berpindah-pindah mencari lowongan kerja karena merasa pekerjaan yang saat ini dimiliki tidak punya masa depan.
Akhirnya, hal itu membuatmu jadi terus menekan tombol ‘Easy Apply’ di LinkedIn atau situs lowongan kerja lainnya, tapi akhirnya hanya menerima email penolakan atau bahkan tidak mendapat balasan sama sekali.
Lama kelamaan, justru muncul perasaan bahwa semua usaha ini sia-sia.
BACA JUGA: 7 Kebiasaan di Senin Pagi yang Dilakukan Orang Sukses, Tertarik Coba?
Efek Doomjobbing Terhadap Karier

Seperti yang dilansir dari Forbes, Dan Kejsefman, seorang Talent Director di Avature menjelaskan bahwa doomjobbing adalah suatu bentuk usaha yang hanya didorong oleh kecemasan, tanpa dibarengi dengan strategi.
Hal itu kerap dialami oleh banyak orang, terutama bagi seseorang yang baru saja terkena PHK. Mereka merasa harus segera mendapatkan pekerjaan baru.
Akan tetapi, ketika rasa mendesak ini berubah menjadi suatu aktivitas tanpa arah, kita hanya menciptakan ilusi seolah-olah sedang membuat kemajuan, padahal hasilnya tidak kunjung berubah.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Side Hustle Buat Kamu yang Suka Traveling
Menurut Kejsefman, di sinilah jebakannya. Orang merasa sibuk, tetapi sebenarnya tidak bergerak menuju tujuan yang jelas.
Misalnya, seseorang terus membuka situs lowongan dan melamar semua pekerjaan yang tampak sesuai dengan kemampuannya tanpa benar-benar mempertimbangkan kecocokannya.
Doomjobbing juga bisa menimbulkan beberapa efek, seperti berikut.
- Mengirim puluhan lamaran tanpa strategi.
- Bertahan di pekerjaan yang diyakini tidak memiliki masa depan.
- Terus memantau lowongan kerja tanpa memperbaiki cara melamar.
- Terlihat produktif, tetapi karier sebenarnya tidak berkembang.
- Menguras energi dan semangat karena terus menghadapi penolakan dan tidak mendapatkan respon dari perusahaan.
Tips Menghindari Doomjobbing

1. Persempit Pencarian
Sebelum melamar atau mencari kerja, pertama kamu harus menentukan terlebih dahulu pekerjaan seperti apa benar-benar kamu inginkan.
Kriterianya bisa berupa jabatan yang sesuai, kisaran gaji, sistem kerja (kantor, hybrid, atau remote), dan lokasi kerja.
Dengan kriteria yang jelas, kamu tidak akan tergoda melamar semua lowongan yang muncul.
2. Sesuaikan Setiap Lamaran
Agar peluang dipanggil wawancara lebih besar, sesuaikan CV dan surat lamaran dengan posisi yang dilamar.
Kamu tidak harus membuat CV baru untuk setiap lowongan, tetapi pastikan pengalaman dan keterampilan yang ditonjolkan memang relevan dengan posisi tersebut.
Jika perusahaan meminta cover letter, buatlah surat yang ditulis khusus untuk perusahaan tersebut.
BACA JUGA: Kenali Apa Itu Lifestyle Inflation, Penyebab Gaji Besar Tetap Terasa Kurang
3. Pastikan CV Ramah ATS
Banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring CV sebelum dibaca oleh perekrut.
Sistem ini mencari kata kunci tertentu yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan.
Agar CV lolos penyaringan, kamu perlu menggunakan kata kunci yang relevan, buat format yang sederhana, gunakan judul yang jelas, dan manfaatkan poin-poin (bullet points) agar mudah dibaca.
4. Aktifkan Notifikasi Lowongan
Sebagian besar situs pencari kerja menyediakan fitur job alert.
Dengan mengaktifkannya, kamu akan mendapatkan pemberitahuan ketika ada lowongan yang sesuai dengan kriteria.
Cara ini akan sangat membantu menjadi salah satu pelamar pertama sekaligus menghemat waktu karena tidak perlu terus-menerus mengecek situs lowongan.
BACA JUGA: Gara-gara Blunder Promo, Starbucks Korea Terpaksa Tutup Lebih Awal 2.000 Gerai
5. Jangan Minder dengan Banyaknya Pelamar
Di LinkedIn, sebuah lowongan sering menampilkan jumlah orang yang telah melamar.
Angka tersebut terkadang terlihat sangat besar dan membuat pencari kerja kehilangan semangat.
Padahal, angka itu biasanya mencakup semua orang yang menekan tombol Apply, bukan hanya mereka yang benar-benar menyelesaikan proses lamaran.
Selain itu, tidak semua pelamar memiliki pengalaman, keterampilan, atau CV yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Itu tadi penjelasan soal doomjobbing dan cara menghindarinya agar perjalanan kariermu terus melesat.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 23 Jul 2026
