Alasan-alasan di Balik Keinginan Orang-orang Terkaya untuk Pindah Negara

Ternyata Ini Alasan Banyak Orang Terkaya di Dunia Ingin Pindah Negara (Freepik.com/drobotdean)

JAKARTA - Pernahkah Anda penasaran di mana orang-orang terkaya di dunia tinggal? Baru-baru ini, perusahaan konsultan kebangsaan bernama Henley & Partners yang berbasis di London merilis laporan terbaru untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Menurut laporan dari Henley & Partners, sebagian besar miliarder dunia tinggal di Amerika Serikat tepatnya di Kota New York, Wilayah Teluk, dan Los Angeles. 

Namun, baru-baru ini, ada perubahan yang mencolok yaitu semakin banyak orang kaya yang memikirkan untuk pindah ke negara lain.

Dikutip dari Inc.com, Amerika Serikat terus menjadi pemimpin dalam menghasilkan dan mengumpulkan kekayaan, menurut laporan tersebut. Faktanya, negara tersebut mencakup hingga 32% dari kekayaan investasi global yang dapat diuangkan, dengan total sekitar US$67 triliun. Negara itu juga menjadi tempat tinggal bagi 37% orang kaya di seluruh dunia.

Tetapi sekarang, semakin banyak orang kaya yang memilih untuk mendapatkan kewarganegaraan atau tempat tinggal di negara lain, menurut Mehdi Kadiri, kepala Wilayah Amerika Utara di Henley & Partners, seperti yang dikatakan dalam sebuah siaran pers. 

"Dengan perpecahan politik dan ketegangan sosial yang sedang tinggi, investor, pengusaha, dan keluarga kaya Amerika semakin mempertimbangkan kemungkinan dan mencari kewarganegaraan atau tempat tinggal cadangan di luar negeri, menunjukkan kepercayaan yang menurun terhadap masa depan dalam negeri." paparnya. 

Perusahaan itu, yang mengkhususkan diri dalam investasi tempat tinggal dan kewarganegaraan, melaporkan peningkatan sekitar 500% dalam permintaan untuk kewarganegaraan atau tempat tinggal cadangan dalam lima tahun terakhir. 

Permintaan dari warga Amerika Serikat mencapai jumlah tertinggi yang pernah tercatat pada tahun 2023, dengan Portugal, Malta, Spanyol, Yunani, dan Italia menjadi negara-negara yang paling diminati untuk pindah.

Rekor Migrasi Orang Kaya

Laporan itu juga memprediksi bahwa tahun 2024 akan menetapkan rekor migrasi orang kaya global, dengan perkiraan 128 ribu individu berkekayaan tinggi pindah ke negara-negara yang berbeda, dibandingkan dengan 120 ribu pada tahun 2023. 

Henley & Partners menghubungkan lonjakan yang diharapkan tersebut terutama pada ketegangan geopolitik, seperti konflik di Gaza dan Ukraina, serta kekhawatiran inflasi, pencarian tarif pajak yang lebih rendah dan peluang bisnis baru, serta dampak berkepanjangan dari pandemi Covid di Asia.

Sementara itu, untuk kota-kota di AS yang menarik orang kaya paling banyak, laporan tersebut mencatat bahwa negara bagian dengan tarif pajak yang lebih rendah, seperti Florida dan Texas, sedang menyaksikan arus masuk yang signifikan. 

Austin telah mengalami lonjakan paling signifikan, dengan populasi orang kaya meningkat sebesar 110% antara 2013 dan 2023. Miami, Dallas, Washington D.C., Seattle, dan Houston juga telah melihat peningkatan yang substansial dalam populasi orang kaya mereka, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 70% atau lebih.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rumpi Rahayu pada 22 Mar 2024 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 22 Mar 2024  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories