Begini Cara Mengenali Gejala Burnout atau Kelelahan Bekerja

Kenali Apa Itu Burnout Syndrome atau Kelelahan Kerja (Freepik)

JAKARTA - Pernahkah Anda merasa letih dan tertekan akibat pekerjaan atau lingkungan yang toksik, yang dapat membawa seseorang ke dalam pengaruh yang merugikan? Jika pernah, jangan sepelekan kondisi tersebut, karena jika dibiarkan terus-menerus, dapat menyebabkan stres bahkan mengalami burnout syndrome.

Apa itu Burnout Syndrome?

Burnout syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang merasa stres dan mengalami kelelahan secara emosional dan fisik. Hal ini juga dapat membuat seseorang menjadi perfeksionis dan merasa pesimis. 

Burnout syndrome mencerminkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebani tenaga dan kemampuan seseorang, sehingga mencapai tingkat stres maksimal.

Siapa saja bisa mengalami burnout, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang terus-menerus memaksa diri untuk terus bekerja.

Gejala Burnout

Berikut beberapa gejala burnout.

1. Kelelahan dan Menghindari Pekerjaan

Seseorang akan merasa lelah dan stres dengan pekerjaannya, cenderung menghindari kegiatan yang terkait dengan pekerjaan, dan kelelahan emosional serta kurang semangat dalam bekerja.

2. Kelelahan Fisik

Seseorang dengan burnout dapat mengalami kelelahan fisik, seperti sakit perut dan sakit kepala.

3. Performa Kerja Menurun

Burnout memengaruhi kinerja seseorang karena sulit berkonsentrasi.

4. Mudah Marah

Seseorang cenderung mudah marah jika segalanya tidak sesuai harapan.

5. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Stres dan frustrasi terhadap pekerjaan membuat penderita bersikap sinis terhadap rekan kerja.

6. Mudah Sakit

Burnout yang berkepanjangan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, membuat rentan terhadap berbagai penyakit.

Cara Mengatasi Burnout

Langkah-langkah mengatasi burnout.

  1. Buat prioritas: Atur prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting untuk mengurangi kelelahan.
  2. Bicarakan dengan atasan: Komunikasikan dengan atasan mengenai beban kerja dan minta bantuan.
  3. Kurangi ekspetasi dan beri apresiasi diri sendiri: Tetap realistis dalam ekspektasi terhadap pekerjaan dan apresiasi terhadap diri sendiri.
  4. Ceritakan kepada orang yang dapat dipercaya: Bercerita kepada orang yang dipercaya dapat membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres.
  5. Jaga keseimbangan hidup: Berikan waktu untuk bersantai dan melupakan sejenak pekerjaan.
  6. Ubah gaya hidup: Terapkan gaya hidup sehat dengan pola makan yang baik, olahraga rutin, dan cukup tidur.

Selain itu, Anda juga bisa mencari hobi baru atau melakukan aktivitas yang belum pernah dicoba sebelumnya juga dapat membantu mengatasi burnout. Burnout tidak hanya memengaruhi hasil kerja, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial dan kesehatan. 

Penting untuk peduli terhadap kesehatan mental kita, terutama dalam situasi yang tidak pasti seperti saat ini. Beristirahat sejenak dari rutinitas dan kesibukan dapat membantu mengisi ulang energi serta menyegarkan pikiran.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Justina Nur Landhiani pada 31 Jan 2024  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories