Nasional & Internasional
Berikan Beasiswa, United In Diversity Bekali Pemimpin Muda Mengenai Pengelolaan SDA
Jakarta - United In Diversity (UID) memberikan beasiswa kepada 58 orang dari total yang mendaftar sebanyak 650 orang. Beasiswa ini merupakan program bertajuk “BEKAL (Bersama Kelola Alam Adil Lestari) Pemimpin” yang diberikan untuk para Emerging Leader – yaitu para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang usianya masih dibawah 40 tahun.
Hal tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer UID Indira P Baheramsyah dalam acara Pelulusan BEKAL Pemimpin di Gedung Annex, Jakarta Pusat (5/12). Beasiswa ini, katanya, bertujuan menumbuhkan jejaring pemimpin muda di bidang lingkungan yang mampu menggerakkan transformasi sosial menuju pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berkearifan lokal.
“Program BEKAL Pemimpin memfokuskan pada beberapa isu pengelolaan SDA yang selama ini memainkan peran sangat penting dalam menentukan kualitas lingkungan Indonesia. Di antaranya pemanfaatan lahan, akuakultur, perikanan dan kelautan, agrikultur, serta bidang-bidang lain yang berpengaruh terhadap pengelolaan sumber daya alam, seperti inovasi model bisnis, value chain dan pemanfaatan teknologi digital,” kata Indira.
Indira juga menyebutkan bahwa SDA merupakan sektor strategis yang menjadi modal utama pembangunan bangsa. SDA juga merupakan salah satu penopang perekonomian tanah air. Sehingga pembekalan bagi para emerging leader ini sangat penting untuk Indonesia kedepannya.
Ia berharap para pemimpin kedepannya dapat menjalin komunikasi lebih baik, dan berkolaborasi dalam membuat kebijakan sehingga memecah sekat-sekat antar pengambil kebijakan.
“Bekal Pemimpin ini akan memutus kesenjangan antar kepentingan individu dan menciptakan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna menghasilkan sebuah solusi untuk membangun negeri,” ujar Indira.
Penerima beasiswa perdana UID mewakili tiga wilayah Indonesia, yakni timur, tengah dan barat. Para penerima beasiswa juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha dan insustri, lembaga pemerintah pusat dan daerah, LSM/NGO, akademisi, hingga para jurnalis. Program beasiswa ini berdurasi enam bulan, mulai dari Juli 2019 - Desember 2019.
Salah satu penerima beasiswa berasal dari kalangan perbankan. Indira berharap, dengan mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan SDA ini, mereka dapat memahami pentingnya pengelolaan SDA yang baik dan berkelanjutan dalam menyalurkan pembiayaan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang hadir dalam acara pelulusan penerima beasiswa BEKAL Pemimpin menyambut baik program yang dilakukan oleh UID. Menurutnya, semakin banyak BEKAL Pemimpin, maka pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik akan menjadi lebih cepat.
Salah satunya, kata Sofyan, adalah mengenai prototipe Investasi Hijau yang dikerjakan oleh penerima beasiswa BEKAL Pemimpin. Menurut Sofyan, prototipe tersebut sangat baik untuk SDA Indonesia kedepannya.
“Saat ini perkebunan sawit rakyat porsinya 45% dari total perkebunan sawit di Indonesia, namun perkebunan sawit rakyat tersebut baru mampu memproduksi 3 ton per hektar. Lebih rendah dari produksi perkebunan sawit milik korporat yang mampu memproduksi 7 ton per hektar. Jika kita bisa tingkatkan dari 3 ton menjadi 7 ton, berarti akan ada peningkatan produksi lebih dari 100% tanpa harus membuka lahan baru,” kata Sofyan.
“Program ini sangat baik, karena fokus pada pencarian solusi terkait permasalahan mengenai pengelolaan SDA di Indonesia. Melalui program ini, seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi menyelesaikan permasalahan terkait SDA demi membangun Indonesia yang lebih baik,” tambah Sofyan.
Ada 8 Prototipe yang Dikerjakan Penerima Beasiswa BEKAL Pemimpin
Selain prototipe mengenai Investasi Hijau, ada 8 prototipe lainnya yang dikerjakan oleh para penerima beasiswa. Di antaranya Ekspedisi Kolumbus yang fokus pada pemenuhan pasar bagi nelayan ikan tuna di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Kemudian, prototipe Zero Karhutla yang fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan berbasis desa mandiri di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Lalu prototipe Terpesena Bertujuan, yang fokus pada pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Indira mengatakan pihaknya akan terus menggelar program beasiswa BEKAL Pemimpin yang kedua di tahun depan. Sebelumnya, kata Indira, UID telah menelurkan berbagai program positif lainnya seperti program IDEAS, Youth Action Forum, Co Class dan Penguatan Kapasitas Kepemimpinan menuju Indonesia 4.0.
Beasiswa ini, lanjut Indira, merupakan komitmen UID dalam mendukung pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
