Cara Efektif Memberikan Pertolongan Pertama pada Kasus Pingsan

Begini Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan (Freepik)

JAKARTA - Kondisi pingsan dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Namun, pada umumnya kebanyakan orang langsung panik ketika menemukan ada orang yang pingsan di sekitarnya.

Hal itu mungkin karena tidak tahu atau bingung apa yang harus dilakukan saat ada orang yang pingsan secara tiba-tiba. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana memberikan pertolongan bagi orang pingsan agar orang tersebut mendapatkan pertolongan yang tepat.

Cara Pertolongan Pertama untuk Membantu Orang yang Pingsan

Berikut beberapa cara memberikan pertolongan pertama kepada orang yang pingsan, seperti yang telah dilansir dari laman resmi Kemenkes. 

1. Periksa Pernapasan

Langkah awal dalam memberikan pertolongan kepada seseorang yang pingsan adalah dengan segera memeriksa pernapasannya. Periksa denyut nadi dan perhatikan pergerakan dada serta perut. 

Jika tidak ada tanda-tanda pernapasan, segera hubungi ambulans atau bawa ke unit gawat darurat terdekat. Pingsan yang menyertai ketidakmampuan bernapas seringkali terkait dengan kondisi serius seperti serangan jantung atau cedera kepala. Sementara menunggu bantuan medis, berikan pertolongan dengan menekan luka bila ada perdarahan luar. Pastikan pernapasan pasien.

2. Baringkan Pasien

Setelah memastikan bahwa pasien masih bernapas, bawa ke tempat teduh dan baringkan tubuhnya dalam posisi pemulihan.

3. Coba Bangunkan

Usahakan untuk menyadarkan pasien setelah membaringkannya. Lakukan dengan menepuk-nepuknya, memberikan guncangan ringan, atau memanggilnya dengan keras. Ini bisa membantu mempercepat pemulihan kesadaran jika pingsan yang dialami adalah yang sederhana.

4. Pantau Pernapasan dan Detak Jantung

Selalu perhatikan pernapasan dan detak jantung pasien. Jika pasien tidak bernapas atau tidak memiliki denyut jantung, mulailah resusitasi jantung paru (RJP). Sambil menunggu bantuan medis, lakukan kompresi dada 30 kali diikuti dengan 2 kali pernapasan buatan. Ulangi siklus ini hingga bantuan datang.

5. Pantau Tanda-tanda Bahaya

Amati tanda-tanda kegawatdaruratan yang mungkin muncul, seperti bibir dan wajah pasien yang memucat, detak jantung yang lemah, keluhan nyeri dada sebelumnya, napas yang terengah-engah, kesulitan dalam pengangkatan kesadaran, kebingungan, atau gelisah.

6. Hubungi Tenaga Kesehatan

Jika pasien tidak membaik setelah tindakan pertolongan pertama, segera panggil ambulans atau tenaga kesehatan. Pada kasus yang lebih ringan, pasien mungkin akan pulih dengan cepat. Berikan minuman yang mengandung gula jika pasien memiliki riwayat terlambat makan atau diabetes. 

Pastikan untuk tetap bersama pasien sampai pulih sepenuhnya. Setelah memberikan pertolongan pertama pada orang yang pingsan, penting untuk memberikan saran tentang tindakan lanjutan, seperti kunjungan ke tenaga kesehatan jika ada benturan kepala atau riwayat pingsan yang sering. 

Ingatlah bahwa kondisi pingsan bisa bervariasi, jadi selalu lakukan tindakan pertolongan pertama dan pastikan untuk tetap bersama pasien hingga bantuan medis tiba.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Justina Nur Landhiani pada 06 Feb 2024  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories