Hati-hati Aplikasi Pajak Bodong, Ini Tandanya

Kenali Penipuan Aplikasi Palsu Pajak, Wajib Pajak Waspada! (pajak.go.id)

JAKARTA — Tak dapat dipungkiri, meningkatnya layanan perpajakan berbasis digital seperti sekarang semakin mempermudah para wajib pajak untuk melaporkan dan mengakses berbagai informasi secara online.

Akan tetapi, hal ini tampaknya juga menimbulkan kerentanan sendiri, yaitu munculnya ancaman baru berupa penipuan yang menyasar masyarakat dengan memanfaatkan celah literasi digital.

Modus penipuannya terus berkembang, bahkan penipu ahli dalam mengemasnya seolah-olah benar-benar berasal dari instansi resmi sehingga korban yang lengah langsung terjerat penipuan.

BACA JUGA: Kenali Modus Penipuan Phishing Mengintai Wajib Pajak, Awas!

Penipu pada umumnya mengatasnamakan otoritas pajak dan mengirimkan pesan melalui SMS, email, atau lewat aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp.

Salah satu modus yang semakin marak dan membahayakan informasi data pribadi para wajib pajak adalah penyebaran aplikasi palsu DJP atau APK scam.

Lewat modus ini, penipu akan mengarahkan korban untuk mengunduh suatu aplikasi yang terkesan resmi dari DJP. Padahal, bisa jadi file APK tersebut mengandung malware yang dapat mengambil alih akses ponsel dan mencuri data sensitif pengguna.

Oleh karena itu, penting bagi wajib pajak untuk lebih waspada dan memahami pola-pola penipuan digital yang mengintai.

BACA JUGA: 5 Jenis Modus Penipuan Lowongan Kerja, Jangan Terjebak!

Penipuan Lewat Aplikasi Palsu (APK Scam) yang Menargetkan Wajib Pajak

Penipuan Lewat Aplikasi Palsu (APK Scam) yang Menargetkan Wajib Pajak

Dilansir dari laman resmi DJP, modus penipuan ini memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sangat bergantung pada smartphone. Pelaku biasanya mengirim pesan yang menyebutkan bahwa Anda perlu mengunduh aplikasi terbaru dari DJP untuk pembaruan data, misalnya dengan nama seperti:

  • “Aplikasi Verifikasi NPWP Terbaru”
  • “Coretax DJP untuk Pembaruan Sistem”

Tautan yang dibagikan mengarah pada file berformat .apk dan bukan diunduh melalui Google Play Store atau App Store resmi. Ketika file tersebut dipasang, perangkat bisa terinfeksi malware berbahaya. 

Dampak modus penipuan APK Scam ini bisa sangat serius, penipu bisa melakukan beberapa hal seperti berikut.

  • Membaca SMS yang masuk, termasuk kode OTP perbankan.
  • Mencuri data login saat Anda membuka aplikasi keuangan.
  • Mengendalikan perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Cara Mencegah Terjebak Penipuan APK Scam yang Menargetkan Wajib Pajak

Cara Mencegah Terjebak Penipuan APK Scam yang Menargetkan Wajib Pajak
  • Pastikan aplikasi resmi DJP hanya diunduh melalui toko aplikasi resmi dengan pengembang bernama Direktorat Jenderal Pajak.
  • Hindari menginstal file dari sumber yang tidak jelas atau tidak terpercaya.
  • Jika menerima pesan mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui Kring Pajak di 1500200.

BACA JUGA: Kenali Modus Phishing yang Rugikan Nasabah BCA Rp500 Juta

Itu tadi penjelasan mengenai modus penipuan APK Scam yang sering menargetkan para wajib pajak dan cara mencegahnya. Hati-hati!

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 19 Feb 2026  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories