Nasional
Hotel Platinum Yogyakarta Gunakan CNG PGN, Efisiensi Biaya Capai 30%
YOGYAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif energi yang efisien sekaligus lebih ramah lingkungan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan operasional sektor perhotelan. Salah satu hotel yang telah menggunakan energi tersebut adalah Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang disediakan anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas).
Pemanfaatan CNG memberikan manfaat bagi operasional Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta, terutama dari sisi efisiensi biaya dan keandalan pasokan untuk mendukung aktivitas dapur hotel.
Chief Engineering Platinum Hotel, Maryudi, mengungkapkan bahwa transisi ke CNG memberikan manfaat dari sisi teknis maupun finansial. Saat ini, rata - rata konsumsi gas bumi untuk kebutuhan dapur hotel berkisar 40 hingga 60 meter kubik (m³) per hari.
BACA JUGA: Gunakan CNG Gagas, Marugame Udon Kaliurang Dorong Operasional Lebih Efisien
Layanan gas bumi untuk Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta menggunakan fasilitas tujuh CNG Cylinder dengan kapasitas masing-masing ±28 m³.
“Penggunaan CNG menjadi salah satu langkah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi operasional hotel. Untuk kebutuhan dapur, kami mencatat efisiensi biaya penggunaan gas sekitar 20%–30% dibandingkan ketika masih menggunakan LPG. Efisiensi ini membantu kami dalam menjaga biaya operasional hotel,” ujar Maryudi.

Maryudi menambahkan, penggunaan gas bumi juga memberikan manfaat dari sisi operasional dapur. Nyala api yang stabil mendukung proses memasak, sementara karakteristik pembakaran gas bumi yang relatif lebih bersih membantu mengurangi residu pada peralatan memasak dan menjaga kebersihan area dapur.
Untuk mendukung kebutuhan sektor perhotelan yang beroperasi selama 24 jam, Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengatakan bahwa Gagas berkomitmen menjaga keandalan pasokan sekaligus menerapkan standar keamanan dan keselamatan dalam pelayanan kepada pelanggan.
“Untuk mendukung operasional Hotel Platinum yang berlangsung 24 jam, kami menyiagakan tim operasional dan melakukan pemantauan pasokan secara berkelanjutan. Penggunaan gas pelanggan dipantau secara real-time sehingga apabila terdapat potensi kendala atau laporan dari lapangan, tim dapat segera melakukan respons dan penanganan,” jelas Miranti.
Menurut Miranti, Gagas juga memberikan kemudahan bagi pelanggan melalui pengelolaan pengisian ulang CNG yang disesuaikan dengan pola konsumsi.
“Prinsip layanan kami adalah ‘pelanggan tinggal pakai’. Operator melakukan pengisian ulang secara rutin dan terukur berdasarkan pemantauan pemakaian gas. Kami juga menjalankan pemeriksaan berkala, termasuk deteksi potensi kebocoran, untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas gas di area hotel tetap berada dalam kondisi aman dan optimal,” tambah Miranti.
Gagas turut mendampingi proses konversi peralatan dapur untuk penggunaan CNG. Penyesuaian dilakukan agar peralatan dapat menggunakan gas bumi secara aman dan tetap mendukung kebutuhan operasional staf dapur.
Saat ini, sebanyak enam unit Hotel Platinum di Indonesia telah memanfaatkan gas bumi yang disalurkan oleh Gagas. Pemanfaatan CNG tersebut menunjukkan peluang penggunaan gas bumi yang semakin luas pada sektor hospitality, khususnya untuk kebutuhan operasional yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu.
Penyaluran CNG kepada Hotel Platinum juga menjadi bagian dari pengembangan layanan gas bumi beyond pipeline PGN. Melalui skema CNG, manfaat gas bumi dapat menjangkau pelanggan di wilayah yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa gas bumi.
Melalui pengembangan layanan beyond pipeline dan penguatan layanan pelanggan, PGN bersama Gagas terus berupaya memperluas pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan sektor komersial dan industri, termasuk sektor perhotelan di Yogyakarta dan wilayah lainnya.
