Jahelo Minuman Berkhasiat Hasil Inovasi Ibu-Ibu PKK Desa Kp. Apar

Jahelo, Minuman berkhasiat hasil produksi ibu-ibu PKK Desa Kp.Apar yang tergabung dalam kelompok KAIC, juga disukai oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: dok Pemko Pariaman

Berawal dari terbentuknya Bank Sampah Sahabat Alam Desa Kampung Apar Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, membuat salah seorang Kader PKK yang kreatif dan inovatif di desa tersebut, kembali mengaktifkan produksi bubuk instant jahe yang selama ini sempat terhenti.

Akibat dari banyaknya kegiatan dan lomba yang diadakan di Desa Kp. Apar selama ini. “Karena produk bubuk instant jahe sudah dikenal oleh masyarakat setempat dengan berbagai khasiat yang ada pada produk tersebut, dan juga sudah menjadi salah satu inovasi Desa Kp.Apar, membuat saya kembali memproduksi serbuk jahe tersebut dengan memberdayakan para ibu-ibu PKK Desa Kp.Apar,” ujar Rasmiwati, Selasa 27 April 2021.

Menurut Cimi yang merupakan seorang kader PKK yang aktif di desa tersebut, bubuk instant jahe yang sudah ada semenjak tahun 2007, sekarang sudah berganti nama dengan sebutan “Jahelo” yang sudah kembali diproduksi pada tahun 2020 oleh ibu-ibu PKK Desa Kampung Apar, yang tergabung dalam kelompok pemberdayaan masyarakat, dengan nama Kampung Apar Inovation Centre (KAIC).

“Bahan baku dari Jahelo ini terbuat dari jahe emprit,  yang saat ini masih kami beli dari pasar, sebab jahe emprit ini lebih bagus untuk diolah menjadi minuman yang berkhasiat daripada menggunakan jahe merah, setelah saya melakukan komunikasi dengan Dokter Arnetti dari Farmasi UNAND yang membina saya selama ini,” ungkap Cimi.

“Alhamdulillah sampai sekarang produk Jahelo ini sudah banyak yang dikenal dengan produk-produk turunannya seperti jahelo aroma teraphy, dan lain-lainnya. Jahelo itu sendiri juga sudah kita jadikan minuman instant seperti teh telur jahe hijau. Untuk pemasaran sudah mulai bagus bahkan untuk pengiriman Batam pun sudah ada, Payakumbuh juga ada, dan bahkan kita juga sudah kirim contoh Jahelo ini ke Jepang dan sekarang kami lagi menunggu jawaban dari mereka,” tambahnya Cimi.

Menurutnya untuk promosi saat ini pihaknya juga dibantu oleh dosen-dosen yang ada di Farmasi UNAND, pertanian, dan juga reseller lainnya serta menggunakan media sosial, bahkan masyarakat desa Kp. Apar juga tidak mau ketinggalan membantu memasarkan produk Jahelo ini.

Cimi juga menjelaskan, Jahelo ini merupakan sejenis minuman kesehatan yang bisa menjaga imunt tubuh tetap stabil, badan menjadi segar setelah meminumnya, dan juga banyak khasiat lainnya dari Jahelo ini bisa kita dapatkan. Hanya dengan harga Rp. 30 rb, satu botol produk Jahelo sudah bisa kita dapatkan untuk 15 kali minum.

Lebih lanjut Cimi menjelaskan, “Agar memudahkan kami mendapatkan bahan baku dari jahe emprit ini, kami sudah mensosialisasikan ke masyarakat desa Kp. Apar untuk menanam jahe ini, bahkan saat ini Kades kami sudah menanam 100 batang jahe emprit dengan harapan nantinya kami yang akan memproduksi dan mereka yang menjualnya kepada kami, sehingga ekonomi masyarakat bisa berputar," sebutnya.

“Harapan kami produksi ini bisa berjalan dengan lancar dan juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, bahkan desa sekitar jika mereka mau untuk menanamnya,” pungkas Cimi yang menjadi Ketua dari KAIC, dan Eko Kurniawan sebagai pembinannya. (rilis)


Related Stories