Nasional
Jokowi Targetkan 70% Penduduk Indonesia Divaksin COVID-19
ilustrasi/oklahoma watch
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat ikut serta dalam program vaksinasi COVID-19 yang segera berlangsung. Hal ini sebagai upaya untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.
“Kita harapkan nantinya 70% penduduk Indonesia itu mendapat vaksin untuk mencapai yang namanya kekebalan komunal, yang namanya herd immunity,” ujar Jokowi di laman Sekretariat Kabinet, Sabtu, 9 Januari 2021.
- Online Trends are Booming (Serial 1): Exploring the Drivers of Indonesia’s Digital Economy
- UGM Jadikan Wisma Kagama dan UC Hotel Sebagai Selter COVID-19
- Bangun Infrastruktur Baru, Google Perluas Layanan Cloud di India
Jokowi menuturkan vaksinasi adalah salah satu cara agar dapat keluar dari pandemi yang terjadi saat ini. Karenanya, pemerintah akan segera melaksanakan program vaksinasi tersebut.
“Vaksinasinya kapan? Kalau ada yang bertanya seperti itu saya jawab, minggu depan. Harinya apa? Saya jawab menunggu yang namanya izin penggunaan darurat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” ujarnya.
“Kita harapkan izin penggunaan darurat itu segera bisa keluar sehingga nanti yang pertama kali disuntik (adalah) saya,” tegas Presiden.
Kekebalan Komunitas
Jokowi menyebutkan, untuk mencapai kekebalan komunitas, vaksinasi akan dilakukan pada 182 juta penduduk Indonesia. Masing-masing penduduk mendapatkan dua kali suntikan.
“Berarti 364 juta kita harus suntik. Kita berharap selesainya tidak lebih dari setahun,” harapnya.
Lebih lanjut, Jokowi menegaskan selain vaksinasi, disiplin protokol kesehatan juga mutlak diperlukan dalam menangani pandemi.
“Ini tolong disampaikan kepada keluarga, tetangga, teman agar disiplin terhadap protokol kesehatan; pakai masker, cuci tangan sehabis kegiatan, jaga jarak. Jangan masuk ke tempat-tempat yang kerumunannya padat,” ujar dia.
