Makin Serius, PLN Sanggupi Infrastruktur Kendaraan Listrik

Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Bob Saril melakukan simulasi pengisian listrik kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN, di Kantor Pusat PLN, Trunojoyo, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyanggupi pemenuhan pasokan listrik untuk infrastruktur pendukung dalam program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Dalam hal ini, PLN memastikan penyediaan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menyatakan dukungan penuh pada program di bawah payung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

“PLN pastikan kesiapan pasokan listrik yang cukup dan tersedianya infrastruktur pendukung,” kata Zulkifli dalam keterangan resmi, Jumat, 18 Desember 2020.

Tercatat, PLN sudah mengoperasikan total 20 unit SPKLU PLN dan dua unit SPKLU yang merupakan pilot project partnership dengan para mitra. Dalam pengembangan SPKLU PLN juga meluncurkan platform digital “charge.in” yang diharapkan menjadi platform tunggal untuk seluruh SPKLU di Indonesia.

Ke depan, pemerintah berencana membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik. Selain itu, terdapat Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

SPBKLU direncanakan terbangun di 10.000 titik sampai dengan 2025, serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB.

Pemerintah mengklaim, KBLBB berperan dalam pemulihan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi.

Untuk mengakselarasi implementasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, Menteri ESDM, Arifin Tasrif meminta semua pihak untuk bahu membahu meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Program KBLBB, kata Arifin, memiliki dasar pemikiran untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Caranya, dengan mengurangi ketergantungan impor BBM.

“Ini akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada neraca pembayaran Indonesia akibat impor BBM,” tukas Arifin.

Arifin menambahkan, pembangkit listrik untuk KBLBB membutuhkan sumber energi lokal terutama energi baru terbarukan dan gas. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional. (SKO)

Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat semua artikel
‌‌
‌‌

Related Stories