Perjalanan Hidup Tomas Bata, Pendiri Merek Sepatu Bata

Tomas Bata, pendiri brand sepatu Bata (Wikipedia)

JAKARTA - Kabar kurang sedap datang dari produsen sepatu yang pernah jaya pada masa 1980-an, yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA). 

Bata resmi dikabarkan menutup pabriknya di Purwakarta akibat sepi order. Akibat kondisi tersebut, Bata sudah tidak dapat melanjutkan proses produksi di pabrik yang terletak di provinsi Jawa Barat tersebut. Lebih dari 200 orang karyawan Bata terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tak banyak yang tahu, ternyata Bata bukanlah merk lokal Tanah Air. Bata mulai didirikan oleh pengusaha asal Cekoslowakia bernama Tomas Bata. 

Dalam artikel berikut ini,  ada 5 fakta unik tentang Tomas Bata.

Fakta Unik Tomas Bata

Lahir dari Keluarga Pembuat Sepatu 

Dilansir dari laman tomasbata.org, Tomas lahir pada tanggal 3 April 1876 sebagai generasi ketujuh dari keluarga pembuat sepatu. Tomas lahir dan besar di Zlin, salah satu kota di Republik Ceko. 

Tomas mulai mengenal industri sepatu sejak lahir karena sang ayah sudah memproduksi sepatu jauh sebelum dirinya lahir. 

Pada tahun 1882, Tomas mulai menempuh pendidikan formal pertamanya di salah satu sekolah dasar di Zlin. Dua tahun kemudian, saat Tomas berusia 8 tahun, ibunya meninggal dunia. 

Tiga tahun kemudian, ayah Tomas memutuskan untuk pindah tempat tinggal dengan memboyong semua anggota keluarganya membuat Tomas ikut pindah ke Uherské Hradiště.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Tomas Bata, Pengusaha Ceko yang Dirikan Brand Sepatu Bata 

Mulai Berbisnis di Usia 16 Tahun 

Pada tahun 1892, di usianya yang ke-16 tahun, Tomas makin menunjukkan ketertarikan dengan pekerjaan ayahnya. Tak hanya pada cara pembuatan sepatu namun juga mengenai strategi penjualannya. Hal ini menjadikan Tomas sudah mengetahui banyak ilmu di dunia produksi sepatu. 

Tomas juga sempat bekerja di perusahaan Fäber yang mengkhususkan diri dalam produksi mesin pembuat sepatu. Dari sini, Tomas bisa belajar banyak keterampilan baru hingga sang bos memecatnya karena khawatir Tomas bisa menjadi kompetitor untuk bisnisnya suatu saat nanti. 

Dirikan Bata bersama Kedua Saudaranya

Benar saja, tak lama setelahnya, tepatnya di tahun 1894, Tomas mendirikan bisnis sepatunya bersama kedua saudara kandungnya yaitu Anna dan Antonin. Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman untuk mendirikan bengkel pembuatan sepatu.

Perusahaan milik Tomas dan saudaranya ini mulai berkembang dari waktu ke waktu. Meski pernah terlilit utang sebanyak 8 ribu gulden dan sempat menghadapi kebangkrutan, Tomas berhasil membuktikan bahwa Bata mampu bertahan dan semakin bersinar. 

Hingga pada tahun 1900, perusahaan ini dimasukkan dalam Daftar Komersial dengan nama T. & A. Bata , dengan Tomas Bata sebagai pimpinan perusahaan. Perusahaan ini memiliki sekitar 120 karyawan di tahun tersebut. 

Berlaga di Pasar Internasional dan Pindah ke Amerika 

Mulai tahun 1921, Bata mendirikan perusahaan afiliasi asing di Eropa (Belanda, Yugoslavia, Polandia, Denmark, Inggris).

Tomas Bata bahkan juga melakukan perjalanan pertamanya ke India dengan tujuan menjajaki pasar baru.

Bata terus memperlebar sayapnya hingga pada tahun 1932, perusahaan afiliasi telah beroperasi di 24 negara di empat benua di dunia. 

Informasi terakhir dari Bata Indonesia, Bata telah mengoperasikan rantai ritel 435 toko di seluruh negeri, yang terdiri dari Family and City Stores. Masing-masing toko ritel Bata berbeda dari yang lain dalam hal variasi produk.

Berpulang karena Kecelakaan Pesawat 

Pada tanggal 12 Juli 1932, Tomas Bata meninggal dunia bersama pilotnya, Jindřich Brouček, dalam sebuah kecelakaan pesawat pribadi jenis Junkers F 13. Mereka sedang dalam perjalanan ke Swiss karena Tomáš akan menghadiri pembukaan cabang baru perusahaan di kota Möhlin.

Saat itu, putranya yang bernama Thomas Bata Jr. tinggal di Swiss, dan mereka berencana bertemu karena Thomas Jr. hendak berangkat ke Amerika.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rumpi Rahayu pada 06 May 2024 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 07 Mei 2024  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories