WHV Australia: Magnet Baru bagi Pekerja Muda

Alasan WHV Australia Lebih Menguntungkan daripada Negara Lain (Reuters/Loren Elliott)

JAKARTA  - Program Working Holiday Visa (WHV) Australia selama ini dikenal sebagai salah satu skema migrasi sementara paling populer di dunia, termasuk di kalangan warga negara Indonesia.

Jika dibandingkan dengan negara tujuan favorit lain seperti Selandia Baru, Kanada, Korea Selatan, Jepang, hingga Inggris, WHV Australia dianggap paling unggul karena menawarkan perpaduan menarik antara potensi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta fleksibilitas aturan visa.

Bagi WNI, WHV Australia tersedia melalui Subclass 462 (Work and Holiday visa) yang memungkinkan pemegang visa tinggal, bekerja, dan bepergian di Australia hingga satu tahun, dengan peluang perpanjangan hingga tahun kedua dan ketiga.

Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Rabu, 4 Februari 2026, berikut sederet alasan kenapa WHV Australia lebih menguntungkan dibanding negara lain.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan Kelas Menengah yang Cuma Pura-pura Kaya

Alasan WHV Australia Lebih Menguntungkan daripada Negara Lain

Alasan WHV Australia Lebih Menguntungkan daripada Negara Lain

Upah Minimum Tertinggi di Dunia

Salah satu keunggulan utama WHV Australia terletak pada tingginya upah minimum. Saat ini, upah minimum nasional Australia mencapai AUD 21,38 per jam atau sekitar Rp251.900 9 (kurs Rp11.750), tertinggi di antara negara tujuan lainya.

Meski biaya hidup di kota besar seperti Sydney dan Melbourne relatif tinggi, tingginya upah membuat pekerja WHV tetap memiliki ruang untuk menabung, terutama jika bekerja di wilayah regional.

Baca juga : Bisa Nabung Rp15 Juta per Bulan! Ini Keuntungan WHV Australia

Ragam Pekerjaan Lebih Luas

Australia menawarkan jenis pekerjaan WHV yang sangat beragam, mulai dari pertanian, hospitality, konstruksi, ritel, hingga pekerjaan administratif. Fleksibilitas ini memberi kesempatan bagi pemegang visa untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan dan kondisi fisik.

Selain itu, sektor-sektor tertentu di wilayah regional menjadi kunci untuk memperoleh perpanjangan visa tahun kedua dan ketiga, sebuah keunggulan yang tidak banyak ditawarkan negara lain.

Peluang Tinggal Hingga Tiga Tahun

Berbeda dengan Selandia Baru yang umumnya hanya memberi izin tinggal 12 bulan, atau Kanada yang bergantung pada program IEC dan sistem undian, Australia membuka peluang perpanjangan WHV hingga tiga tahun.

Syaratnya, pemegang visa harus menyelesaikan pekerjaan tertentu di sektor dan wilayah yang ditetapkan pemerintah Australia, seperti pertanian, peternakan, dan konstruksi regional.

Baca juga : Bisa Nabung Rp15 Juta per Bulan! Ini Keuntungan WHV Australia

Gaya Hidup dan Destinasi Kompetitif

Australia dikenal dengan iklim hangat, pantai kelas dunia, alam liar, serta kota-kota kosmopolitan. Kombinasi ini menjadikan pengalaman WHV bukan sekadar bekerja, tetapi juga menjelajah dan membangun jejaring internasional.

Dibandingkan Kanada yang memiliki musim dingin ekstrem atau Inggris dengan biaya hidup tinggi di kota besar, Australia menawarkan keseimbangan antara kualitas hidup dan peluang ekonomi.

Jalur Resmi WNI Sudah Jelas

Khusus bagi warga negara Indonesia, proses WHV Australia memang melibatkan dua tahap, namun jalurnya sudah jelas dan resmi. Pertama, pelamar harus memperoleh Surat Dukungan WHV (SDUWHV) dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia saat kuota dibuka. 

Setelah itu, pelamar mengajukan visa Subclass 462 melalui sistem ImmiAccount milik Pemerintah Australia dengan biaya AUD 635. Waktu pemrosesan visa juga relatif cepat. Data menunjukkan, sekitar 50 persen aplikasi diproses dalam satu hari, dan 90 persen selesai dalam 22 hari.

Baca juga : Bisa Nabung Rp15 Juta per Bulan! Ini Keuntungan WHV Australia

Tantangan Tetap Ada

Meski lebih menguntungkan, WHV Australia tetap memiliki tantangan. Pelamar harus menyiapkan dana awal minimal AUD 5.000, biaya IELTS, serta dokumen pendukung lain. Total biaya persiapan awal diperkirakan mencapai Rp10–15 juta, di luar dana hidup.

Selain itu, pemegang WHV hanya diperbolehkan bekerja maksimal enam bulan pada satu pemberi kerja, dan banyak pekerjaan bersifat musiman atau fisik.

Jadi Favorit Global

Dengan kombinasi upah tinggi, peluang perpanjangan visa, ragam pekerjaan, serta kualitas hidup, WHV Australia masih dinilai lebih unggul dibandingkan negara tujuan sejenis.

Tak heran, setiap pembukaan kuota, program ini selalu diserbu pelamar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang melihat WHV bukan sekadar visa kerja sementara, tetapi investasi pengalaman dan masa depan.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 04 Feb 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 05 Feb 2026  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories