Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Terhitung Sepekan 75 Kali Luncurkan Lava Berapi

Minggu, 12 Juni 2022 15:32 WIB

Penulis:Sutan Kampai

Editor:Redaksi

WhatsApp Image 2022-06-06 at 22.56.57.jpeg
luncuran lava merapi terlihat pada tanggal 6 Juni 2022 (istimewa)

Sejak ditetapkan status siaga pada 5 November 2020, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santosa menuturkan dari pantauan tanggal 3 hingga 9 Juni 2022 pihaknya mencatat aktivitasnya memang masih tinggi, tercatat ada 75 kali guguran lava.

"Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dan tinggi 100 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 6 Juni 2022 pukul 06.35 WIB,"ungkap Agus Budi, Sabtu 11 Juni 2022.

Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 75 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 m. Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun kamera Deles, Tunggularum, Ngepos dan Babadan ditemukan fakta jika pada kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi, tercatat 84 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 283 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF), 666 kali gempa Guguran (RF), 23 kali gempa Hembusan (DG), dan 9 kali gempa Tektonik (TT).," terang dia.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan jika aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga. 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan — barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan –barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauhmaksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.