Dirgantara Indonesia Gandeng Airbus Garap Bisnis MRO

Rabu, 07 September 2022 23:15 WIB

Penulis:Sutan Kampai

Editor:Redaksi

Ilustrasi Pesawat Pelita Air - Panji 2.jpg
Ilustrasi pesawat Pelita Air saat landing di Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banteni. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Airbus tentang bekerja sama dalam peningkatan bisnis Aerostructure dan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Kerjasama ini tertuang dalam nota kesepahaman yang disaksikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Menteri Suharso mengatakan kerja sama antara PT DI dan Airbus ini sebagai tanda ekspansi kapasitas dalam kerangka kolaborasi global. Nota kesepahaman ini diharapkan dapat lebih memajukan kerja sama kedua perusahaan, sekaligus meningkatkan partisipasi industri kedirgantaraan Indonesia dalam rantai nilai industri kedirgantaraan global. 

"Kami berharap hal ini juga akan memicu kolaborasi baru di masa depan,” ujar Menteri Suharso dalam laman resmi, dikutip Rabu, 7 September 2022.

CEO PT DI Gita Amperiawan menyebut, nota kesepahaman ini sangat strategis bagi PT DI, terutama dalam hal peningkatan peran dalam ekosistem industri. 

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan akan mendorong peningkatan kompetensi dan value bisnis Aerostructure PT Dirgantara Indonesia yang diestimasikan dapat mencapai US$500 juta dalam 10 tahun ke depan. Dengan kerja sama ini, PT Dirgantara Indonesia diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam mengembangkan ekosistem industri dalam negeri,” kata Gita.

Melalui produksi pesawat N219, PT DI membidik peningkatan kontribusi dalam upaya memperluas konektivitas serta aksesibilitas, baik antara kota besar dan kecil, maupun antar kota kecil. 

N219 dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan operasi di karakteristik wilayah yang merupakan daerah dengan elevasi tinggi, takeoff and landing pada landasan pendek, waktu operasi bandara yang singkat, cuaca yang sulit diprediksi, fasilitas bandara terbatas, dan wilayah dengan kondisi geografis di pegunungan yang selama ini sulit dijangkau.

Pesawat N219 juga telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri sebesar 44,69 persen, sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 

Ditambahkan, sebagai bekal menghadapi persaingan pasar global, pesawat N219 juga telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Perindustrian. 

“PT DI dan Airbus sepakat, bagaimana kita menguatkan kerja sama strategis. Tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai pasar, tetapi juga bagaimana PTDI secara signifikan turut menjadi pelaku industri penerbangan,” tambah Gita. (TrenAsia.com)