Jarang Bergerak Picu Beragam Penyakit, Salah Satunya Stroke

Minggu, 20 Maret 2022 08:04 WIB

Penulis:Sutan Marajo

Editor:Redaksi

Cek Darah
Cek darah (ist)

Pandemi COVID-19, memaksakan masyarakat dunia untuk membatasi aktivitas. Akibatnya, peneliti mengungkapkan temuan akibat jarang bergerak dapat memicu berbagai penyakit, termasuk diantaranya stroke.

Peneliti dari Canadian Community Health Survey mengungkapkan duduk selama 8 jam lebih setiap hari berpotensi 7x lebih besar terkena stroke.

Penelitian lainnya juga mengungkapkan kalau orang yang bergerak kurang dari 4 jam secara fisik dapat menghindari stroke dengan lebih mudah, demikian diterbitkan jurnal stroke, mengutip eatthis.com, Minggu (20/3/2022).

Para peneliti melihat data kesehatan dari 143.000 orang dewasa yang melacak serangan stroke dialami mereka yang berusia 40 tahun ke atas, tanpa riwayat stroke sebelumnya.

"Minimnya intensitas bergerak meningkat di Amerika Serikat dan Kanada menjadi salah satu penyebab stroke," kata penulis utama studi Dr. Raed Joundi dari University of Calgary.

Baca Juga:

Joundi menjelaskan bahaya tidak bergerak atau hanya duduk atau menetap disalah satu tempat saja, misalnya duduk.

"Waktu duduk dianggap mengganggu glukosa, metabolisme lipid dan aliran darah, dan meningkatkan peradangan dalam tubuh," kata Joundi kepada CNN. "Perubahan ini, dari waktu ke waktu, mungkin memiliki efek buruk pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke."

Agar terhindar dari stroke, ia mengingatkan untuk terus meningkatkan aktivitas fisik.

"Jangan hanya menghabiskan waktu untuk duduk," kata Joundi.

American Heart Association merekomendasikan bahwa orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas berat, setiap minggu.

Joundi mengatakan idealnya, aktivitas itu dilakukan lebih dari 10 menit setiap kali.

"Intensitas sedang ketika berolahraga cukup untuk meningkatkan detak jantung dan mengeluarkan keringat, seperti jalan cepat atau bersepeda." Contoh aktivitas berat termasuk berlari, mendayung atau berenang.

Studi lainnya, ada 10 faktor risiko yang berakibat sroke, kata Joundi, jadi "90% stroke secara teori dapat dihindari jika semua faktor risiko ini dihilangkan dalam suatu populasi."

Berikut ini, 10 penyakit dan gaya hidup yang mesti dilawan untuk menghindari stroke

1.  Hipertensi (tekanan darah tinggi)
2.  Diabetes
3.  Fibrilasi atrium
4.  Kolesterol Tinggi
5.  Konsumsi alkohol/merokok berlebihan
6.  Tidak banyak bergerak
7.  Kegemukan
8.  Diet yang buruk
9.  Sindrom metabolik
10.Peradangan.