5 Strategi Cerdas Batasi Camilan Manis Saat Imlek

5 Cara Atasi Konsumsi Makanan Manis saat Imlek (freepik.com/kamranaydinov)

JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek memang identik dengan momen hangat bersama keluarga, sahabat, dan aneka hidangan lezat. Di tengah suasana penuh suka cita dan meja yang dipenuhi sajian menggugah selera, kita sering kali lebih santai dalam memilih makanan, terutama camilan manis.

Aneka kudapan seperti kue keranjang, lapis legit, hingga nastar hampir selalu hadir di setiap rumah. Tanpa terasa, kebiasaan mencicipi sedikit demi sedikit saat mengobrol bisa membuat asupan gula meningkat melebihi batas yang disarankan.

Jika kita makan dengan tidak terkontrol, maka konsumsi gula berlebih dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengontrol asupan makanan manis selama perayaan Imlek 2026. Berikut beberapa tips dan strategi sederhana yang bisa membantu Anda menikmati momen tanpa berlebihan.

Tips Atasi Konsumsi Makanan Manis saat Imlek

Tips Atasi Konsumsi Makanan Manis saat Imlek

Berikut tips mengatasi makanan manis saat Imlek:

1. Hindari Makan Cemilan Sambil Berkegiatan

Sebaiknya hindari kebiasaan mengonsumsi camilan sambil melakukan aktivitas lain. Makan sambil menonton televisi atau berbincag lama dapat membuat seseorang tidak sadar akan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Padahal, camilan dengan porsi kecil sering kali mengandung kalori yang cukup tinggi. Sebagai contoh, sepotong lapis legit dapat mengandung sekitar 511 kalori, dengan kandungan lemak 41,39 gram, karbohidrat 31,07 gram, dan protein 6,28 gram.

2. Jangan Biasakan Makan Makanan Manis

Ilustrasi hidangan manis saat Imlek. (freepik.com/kamranaydinov)

Langkah berikutnya adalah menahan diri agar tidak terus-menerus mengonsumsi camilan manis. Kebiasaan ini memang sulit dihentikan, karena setelah mulai, seseorang sering kali terdorong untuk terus makan. Kuncinya terletak pada pengaturan porsi serta tidak menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari, sehingga lebih mudah mengendalikan keinginan tersebut dan beralih menuju pola hidup yang lebih sehat.

3. Makan Buah sebagai Pengganti Kue

Tart nanas, lumpia udang, permen jeli, dan cokelat batangan, makanan khas Imlek ini penuh dengan gula dan lemak olahan. Batasi jumlahnya dengan mengambil beberapa potong saja dan menutup wadahnya rapat-rapat. Mengupas jeruk mandarin akan membuat kamu sibuk dan tidak tergoda untuk mengambil camilan dari piring saji! Pilih buah kering atau aneka kacang-kacangan daripada camilan manis ini.

Menyimpan buah-buahan di rumah membantu mengalihkan keinginan mengonsumsi kue manis. Buah cenderung mengandung kalori lebih rendah dan nutrisi yang lebih bermanfaat dibandingkan kue. Selain itu, rasa manis pada buah berasal dari gula alami yang lebih baik dan lebih aman untuk tubuh.

BACA JUGA: 7 Makanan Tradisional Imlek, Sambut Tahun Kuda Api!

4. Tetap Terhidrasi

Tetap terhidrasi dengan minum air putih saat Imlek. (freepik.com)

Air akan menjadi sahabat terbaikmu di Tahun Baru Imlek ini. Bahkan ketika kamu sedikit dehidrasi, tubuhmu bisa salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar, sehingga menggoda kamu untuk mengambil kue nanas lagi. Jadi, sebelum pergi ke acara apa pun, pastikan untuk minum segelas air.

Air putih juga merupakan pilihan minuman yang tepat saat kamu haus, karena tidak mengandung kalori dan membantu menjaga berat badanmu tetap terkontrol. Sangat penting juga untuk minum banyak air setelah seharian makan besar untuk membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang menumpuk setelah berpesta.

5. Tetap Aktif

Tetap aktif sangat penting bukan hanya untuk upaya penurunan berat badan tetapi juga untuk kesehatan. Rencanakan jadwal olahraga dengan rutin. Jika kamu memperkirakan tidak akan punya waktu untuk melakukan olahraga, targetkan jalan kaki selama 30 menit hampir setiap hari. Kamu bisa melakukannya di pagi hari agar gangguan apa pun yang muncul di siang hari tidak menghentikanmu untuk berolahraga.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 14 Feb 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 19 Feb 2026  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories