Harga Sawit Meroket, Nilai Ekspor Sumbar Oktober 2021 Naik

Ekspor CPO di Pelabuhan Belawan

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat mencatat nilai ekspor asal Sumbar pada Oktober 2021 sebesar US$284,56 juta atau naik sebesar 7,34 persen dibandingkan dengan ekspor September 2021 yang sebesar US$265,10 juta.

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan kenaikan nilai ekspor Sumbar itu dilihat komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati adalah liquid fractions of refined palm oil, with iodine value 55 or more but less than 60, Refined palm oil, dan Crude palm oil.

"Ekspor asal Sumbar ini naik sebesar 99,40 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," jelas dia, melalui keterangan tertulisnya belum lama ini.

Dikatakannya adapun ekspor asal Sumbar pada Oktober 2021 terjadi pada beberapa golongan barang, nilai terbesar adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$233,73 juta diikuti golongan berbagai produk kimia sebesar US$12,97 juta, dan golongan karet dan barang dari karet sebesar US$11,42 juta.

Bila dilihat peranan golongan barang terhadap total ekspor Januari–Oktober 2021 tercatat 79,60 persen merupakan ekspor dari golongan lemak & minyak hewan/nabati, dan golongan karet & barang dari karet memberikan peranan sebesar 6,06 persen.

"Selanjutnya pada golongan berbagai produk kimia adalah komoditas Industrial monocarboxylic fatty acids, acid oils from refining, other, Palm fatty acid distillate," sebutnya.

Kemudian pada golongan karet dan barang dari karet komoditas yang diekspor adalah Technically Specified Natural Rubber (TSNR) 20 dan Compounded other rubber with carbon black/ silica,unvulcanised,in primary form.

Herum menyebutkan ekspor asal Sumbar pada Oktober 2021 terjadi pada beberapa negara tujuan. Nilai ekspor terbesar pada Oktober 2021 adalah ke Pakistan sebesar US$80,36 juta, selanjutnya ke China sebesar US$50,29 juta dan ke Bangladesh sebesar US$39,45 juta.

Ekspor asal Sumbar ke negara Pakistan memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumatera Barat pada Januari–Oktober 2021, yaitu sebesar 25,45 persen. Selanjutnya ekspor ke India memberikan peranan sebesar 15,77 persen.

"Komoditas utama yang di ekspor ke Pakistan pada Oktober 2021 adalah Refined palm oil dan Liquid fractions of refined palm oil, with iodine value 55 or more but less than 60," ujarnya.

Sementara itu ekspor ke China komoditas utama yang diekspor pada Oktober 2021 adalah Liquid fractions of refined palm oil, with iodine value 55 or more but less than 60 dan Solid fractions of refined palm oil, with iodine value 30 or more, but less than 40.

Herum mengatakan ekspor produk industri pengolahan mengalami peningkatan sebesar 9,13 persen dibandingkan sebelumnya. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Sumatera Barat periode Januari–Oktober 2021 sebesar 95,45 persen.

"Ekspor senilai US$284,56 juta pada Oktober 2021 sebagian besar dimuat di pelabuhan muat yang ada di Sumbar," katanya lagi.

Dimana ekspor asal Sumbar melalui pelabuhan muat di Sumbar ini mengalami peningkatan sebesar 9,11 persen dibanding sebelumnya.

Ekspor melalui pelabuhan di Sumbar senilai US$291,05 juta pada Oktober 2021 sebagian besar merupakan barang yang berasal dari Sumbar.

"Nilai ini mengalami penurunan 8,73 persen dibanding sebelumnya," tegas Herum. 

Editor: Sutan Kampai

Related Stories