Kabar Cuan, Aset Kripto Big Cap Bergerak di Zona Hijau

Ilustrasi aset kripto Bitcoin (Bitocto.com)

Mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) bergerak di zona hijau menurut pantauan Coin Market Cap, Jumat, 8 Juli 2022 pukul 18.00 WIB.

Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan 5,31% dan menempati harga US$21.554 atau setara dengan Rp322,9 juta dalam asumsi kurs Rp14.981 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kemudian, Ethereum (ETH) di peringkat kedua big cap pun mengalami kenaikan dengan persentase 3,41% di harga US$1.222 (Rp18,3 juta).

Pada peringkat ketiga, Tether (USDT) merangkak 0,03% ke harga US$0,9995 (Rp14.973). Sementara USD Coin (USDC) di peringkat keempat, stagnan pada level US$1 (Rp14.981).

Binance Coin (BNB) di peringkat kelima mengalami kenaikan 1,1% ke harga US$239,56 (Rp3,6 juta), dan di peringkat keenam, Binance USD (BUSD) naik 0,03% ke level US$1 (Rp14.981).

Di peringkat ketujuh, Ripple (XRP) naik 3,54% ke level US$0,3404 (Rp5.099). Sedangkan di peringkat kedelapan, Cardano (ADA) meningkat 0,94% ke posisi US$0,4687 (Rp7.021).

Selanjutnya, Solana (SOL) di peringkat kesembilan mencatat kenaikan 0,42% ke harga US$37,15 (Rp556.544), dan di peringkat kesepuluh, Dogecoin (DOGE) terkerek 0,22% ke level US$0,0693 (Rp1.038).

Tren Bullish Aset Kripto

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, pasar kripto memang sedang memasuki tren positif menjelang akhir pekan pertama Juli 2022.

Menurut Afid, reli ini didorong oleh sentimen positif dari risalah yang dirilis oleh Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) pada Rabu, 7 Juli 2022.

Dalam risalah tersebut, dikemukakan bahwa para peserta rapat menyadari bagaimana pengetatan kebijakan moneter dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi untuk sementara waktu.

Pejabat Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mengaku kenaikan suku bunga memiliki dampak yang lebih besar dari ekspektasi pada pertumbuhan ekonomi dan menilai bahwa kenaikan 50 atau 75 basis poin kemungkinan besar akan sesuai untuk pertemuan pada bulan Juli.

"Investor tampaknya sangat menyukai risalah FOMC sehingga meredakan kekhawatiran komitmen The Fed untuk pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan pasar kripto juga terjadi pada pasar saham yang semakin berkorelasi selama setahun terakhir," ungkap Afid dikutip dari keterangan resmi, Jumat, 8 Juli 2022.

Selain risalah The Fed, sentimen positif datang dari kesuksesan Ethereum dalam merampungkan uji coba perubahan algoritma dari konsesus Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS).

Kemudian, ada juga kabar dari perusahaan peminjaman kripto Celcius Network yang telah membayarkan utangnya sebesar US$440 juta (Rp6,6 triliun) dan mengindikasikan bahwa likuiditas perusahaan sudah membaik setelah mereka sempat menghentikan proses penarikan pada pekan lalu.

Meski sudah ada beberapa sentimen positif yang mendorong pasar kripto untuk masuk ke zona hijau, Afid mengatakan bahwa masih ada potensi bull trap.

Investor masih harus menunggu data pekerjaan (nonfarm payroll/NFP) AS pada akhir pekan ini dan indeks harga konsumen AS minggu depan. Data tersebut bisa menandakan laju inflasi dan dapat memberikan sinyal atas potensi kenaikan suku bunga The Fed untuk ke depannya.

Top Gainers

Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top gainers:

1. 1inch Network (1INCH): +11,6% (US$0,6957/Rp10.422)

2. Aave (AAVE): +10,13% (US$69,6/Rp1,04 juta)

3. Polygon (MATIC): +7,82% (US$0,5656/Rp8.473)

4. Neo (NEO): +7,4% (US$9,19/Rp137.675)

5. Internet Computer (ICP): +6,14% (US$6,16/Rp92.282)

Top Losers

Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top losers:

1. The Sandbox (SAND): -4,68% (US$1,22/Rp18.276)

2. Compound (COMP): -4,47% (US$47,09/Rp7,05 juta)

3. Basic Attention Token (BAT): -2,96% (US$0,4346/Rp6.510)

4. Synthetix (SNX): -2,87% (US$2,55/Rp38.201)

5. Tezos (XTZ): -2,74% (US$1,52/Rp22.771). (TrenAsia.com)

Editor: Redaksi
Bagikan

Related Stories