Bos BRI Janji Bagikan Dividen 70 Persen dari Laba dalam 4 Tahun ke Depan

Sabtu, 07 Januari 2023 19:35 WIB

Penulis:Egi Caniago

Editor:Egi Caniago

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) sekaligus Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Sunarso saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) berkomitmen untuk memberikan dividen payout ratio atau rasio pembayaran dividen setidaknya 70% dari laba bersih perseroan dalam 3-4 tahun ke depan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BRI Sunarso dengan mempertimbangkan kinerja positif BRI.

“Komitmen tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ungkap Sunarso dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 7 Januari 2023.

Kemampuan tersebut di antaranya yakni saat ini BRI telah memiliki sumber pertumbuhan baru melalui holding ultra mikro, permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta kualitas pertumbuhan.

Sunarso menegaskan BRI terus konsisten menjalankan perannya sebagai agen pembangunan untuk memberikan kontribusi bagi negara dan rakyat.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah, laba BRI akan disetorkan kembali ke negara dalam bentuk dividen dan pajak, yang pada akhirnya kembali ke rakyat.

Pada 2021, laba BRI mencapai Rp32,4 triliun dan dikembalikan kepada negara dalam bentuk dividen sebesar Rp14,05 triliun. Selain itu, BRI juga membayar pajak senilai Rp12,5 triliun.

Dengan demikian, Sunarso menyebutkan, total kontribusi BRI kepada negara berdasarkan laba/rugi tahun 2021 adalah sebesar Rp26,5 triliun. Kemudian, oleh pemerintah dikelola untuk masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan kembali lagi menjadi berbagai program ke masyarakat.

“Oleh karenanya BRI terus melakukan transformasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja yang prominen dan dapat terus tumbuh secara sehat dan makin tangguh," ucap dia.

Selaras dengan peningkatan laba, kata dia, BRI juga berkomitmen menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru yang berkelanjutan agar BRI mampu meningkatkan kontribusi terhadap rakyat dan negara.

Pembagian Dividen Interim

Sementara itu, BRI akan membagikan dividen interim sebesar Rp8,63 triliun atau Rp57 per lembar saham.

Direktur Keuangan BRI Viviana mengungkapkan sebesar kurang lebih Rp 8,63 triliun akan dibagikan dalam bentuk dividen interim. Dari nilai tersebut, sebesar Rp4,59 triliun akan masuk ke kas negara dan sisanya dibagikan kepada investor publik. 

“Dividen ini merupakan bentuk nyata komitmen BRI untuk memberikan economic value kepada seluruh stakeholders, terutama kontribusi bagi penerimaan negara,” terangnya.

Keterbukaan Informasi dividen interim ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Desember 2022. Maka, masyarakat yang memiliki saham BBRI di pasar regular dengan cumulative date (cum date) hingga Senin, 9 Januari 2023 berhak menerima dividen interim ini.

 Sementara cum date di pasar tunai dan recording date dijadwalkan hingga Rabu, 11 Januari 2023 dan payment date pada Jumat, 27 Januari 2023.

Lebih lanjut, Viviana menyebut dengan sumber pertumbuhan baru yang terus diciptakan BRI saat ini, perseroan memiliki potensi untuk terus memberikan dividen yang optimal bagi pemegang saham. Hal ini dimulai dengan menetapkan 85% dividen payout ratio di tahun 2022 atas laba tahun 2021.

Komitmen tersebut diimbangi dengan kinerja bisnis BRI yang terus melaju pesat. BRI mampu meraih laba bersih Rp.39,31 triliun atau tumbuh 106,14% Year on Year (YoY) pada akhir September 2022.

Adapun total pembiayaan BRI Group tercatat mencapai Rp.1.111,48 triliun atau tumbuh 7,92% yoy. Secara khusus, portofolio kredit UMKM BRI meningkat sebesar 9,83% yoy dari Rp852,12 triliun di akhir September 2021 menjadi Rp935,86 triliun di akhir September 2022. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus meningkat, menjadi sebesar 84,2%.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang terjaga di level 88,51% dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,14%. (TrenAsia.com)