Cara Cerdas Mengelola Keuangan bagi Pekerja di Perantauan

Jurus Mengelola Keuangan Bagi Pekerja di Perantauan (Freepik/Lifestylememory)

JAKARTA – Pekerja adalah individu yang melakukan pekerjaan dan menerima kompensasi berupa gaji, upah, atau imbalan lainnya. Selain dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan, pekerja juga harus mampu mengelola keuangan, terutama bagi mereka yang merantau.

Hidup di perantauan memerlukan persiapan yang matang, terutama dalam aspek keuangan. Jauh dari keluarga menyebabkan adanya biaya tambahan untuk tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan lainnya.

Oleh karena itu, Anda perlu mengatur keuangan dengan bijak. Berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan agar uang atau gaji bulanan Anda tidak cepat habis. Yuk, simak artikel berikut.

Tips Mengelola Keuangan Bagi Pekerja di Perantauan

Berikut ini beberapa tips mengelola keuangan bagi pekerja bisa Anda terapkan:

1. Buat Anggaran

Langkah awal adalah menyusun anggaran bulanan yang realistis. Catat semua pemasukan dan pengeluaran rutin, seperti biaya sewa, makanan, transportasi, pulsa, internet, hiburan, dan lain-lain.

Bagi anggaran untuk kebutuhan utama seperti biaya sewa, makanan, dan transportasi, kemudian untuk kebutuhan sekunder seperti pulsa, internet, dan hiburan. Sisihkan juga dana untuk tabungan dan investasi. Manfaatkan aplikasi pencatat keuangan untuk memantau pengeluaranmu dan memastikan agar tetap sesuai anggaran yang telah ditetapkan.

2. Konsisten Pada Anggaran yang Ditetapkan

Kunci utama mengelola keuangan adalah konsistensi dalam mengikuti anggaran yang telah disusun. Salah satu strategi untuk tetap konsisten adalah membuat anggaran bulanan secara teratur. Dengan mencatat pengeluaran bulanan, Anda dapat lebih mudah mengevaluasi keuangan dan melakukan penyesuaian ke depannya.

3. Prioritaskan Kebutuhan

Pekerja di luar daerah seringkali dihadapkan pada banyak kebutuhan karena jauh dari keluarga. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memprioritaskan kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Hindari mengutamakan gaya hidup sebelum kebutuhan primer terpenuhi. Hal ini bertujuan agar masih ada dana tersisa untuk menabung dan memastikan keuangan mencukupi hingga akhir bulan.

4. Cari Promo dan Diskon

Cari tempat belanja atau restoran yang menawarkan diskon menarik untuk mengontrol pengeluaran dan mencegahnya membengkak. Tetaplah bijak dalam memprioritaskan kebutuhan pokok, meskipun ada promosi atau penawaran menarik. Ini akan membantu menghindari keputusan impulsif yang tidak direncanakan.

5. Masak Sendiri

Makan di luar memang praktis, tetapi bisa menghabiskan banyak uang dengan cepat. Sebagai alternatif, cobalah untuk memasak sendiri di kost. Anda dapat membeli bahan makanan dalam jumlah besar dan mengolahnya untuk beberapa hari ke depan, atau Anda bisa memanfaatkan diskon.

Memasak sendiri tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga lebih sehat karena Anda bisa memilih bahan-bahan yang segar dan berkualitas. Selain itu, Anda bisa bereksperimen dengan berbagai resep masakan yang lezat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

6. Gunakan Transportasi Umum Atau Alternatif Lain

Manfaatkan transportasi umum seperti bus, kereta, atau layanan ojek online untuk bepergian. Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk tinggal di lokasi yang dekat tempat kerja Anda untuk mengurangi biaya transportasi. Manfaatkan promo dan diskon yang ditawarkan oleh layanan transportasi online, atau pertimbangkan alternatif hemat seperti bersepeda atau berjalan kaki.

7. Cari Pekerjaan Sampingan

Cari pekerjaan tambahan untuk meningkatkan pendapatan Anda. Ada banyak jenis pekerjaan sampingan yang bisa dipertimbangkan, seperti pekerjaan freelance, memberikan les privat, menjadi content creator, dan lain sebagainya.

8. Hindari Membeli Barang yang Tidak Perlu dan atur Prioritas

Hindari pembelian barang yang tidak perlu. Buatlah daftar belanja sebelum berbelanja dan patuhi daftar tersebut. Tunggu hingga gajian untuk membeli barang-barang mahal, serta tetap mengatur prioritas kebutuhan Anda dengan baik.

9. Alokasikan Gaji untuk Dana Darurat

Sisihkan sebagian dari pendapatan Anda untuk ditabung, meskipun hanya sedikit. Tabungan ini bisa berguna untuk kebutuhan darurat atau membantu mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Alokasikan 10% dari pendapatan Anda untuk dana darurat tersebut. Ini sangat penting untuk keperluan mendesak. Dana darurat akan membuat tabungan Anda tetap aman dan menghindarkan dari utang.

10. Cari Hiburan yang Murah atau Gratis

Bekerja seharian tentu saja melelahkan. Untuk itu, sekali-kali Anda harus mencari hiburan guna melepas penat.

Ada banyak pilihan hiburan yang terjangkau atau bahkan gratis di perantauan. Misalnya, Anda dapat mengunjungi taman, berolahraga di luar ruangan, menonton film di kost, atau bergabung dalam kegiatan komunitas yang tidak memerlukan biaya besar.

Selain itu, Anda bisa mencari diskon atau promo untuk berbagai kegiatan seperti konser, pertunjukan seni, atau wisata alam untuk memaksimalkan pengalaman hiburan Anda tanpa menguras kantong.

11. Up to Date dengan Harga Tiket Transportasi

Pastikan selalu update dengan harga tiket transportasi, terutama biaya pulang-pergi yang sering menjadi komponen besar bagi pekerja perantau. Periksa dan bandingkan harga tiket travel, tergantung jarak tempat tinggal dan tempat kerja atau tempat kamu merantau.

Manfaatkan juga promo tiket travel dan pesawat untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Cari diskon atau penawaran khusus yang mungkin tersedia, termasuk yang dapat diakses melalui kartu kredit tertentu.

Nah, itu dia tips hemat yang bisa Anda lakukan untuk mengelola keuangan Anda saat tinggal di perantauan. Selamat mencoba!

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 08 Jul 2024 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 09 Jul 2024  

Editor: Redaksi Daerah
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

Related Stories