Luhut Sebut Ada Peluang Gelar Formula 1 di Sirkuit Mandalika Internasional

(null)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim kualitas aspal buatan anak bangsa di Sirkuit Mandalika sudah memenuhi standar Formula 1.

Karena itu, ada peluang bagi pemerintah untuk menggelar event balap mobil Formula 1 di sirkuit yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021 tersebut.

"Formula 1 itu kualitas aspalnya tidak perlu seperti ini. Ini sudah melebihi Formula 1. Ini tinggal kita perbaiki sedikit sana sini itu sudah qualified untuk Formula 1. Jadi nanti kita tinggal melihat aja peluangnya," ujarnya dalam keterangan pers di Sirkuit Mandalika belum lama ini.

Perlu diketahui bahwa Pertamina Mandalika International Street Circuit atau yang dikenal dengan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggunakan tipe aspal yang memiliki daya Penetration (PG) 82 tahun 2015.

Metode penghamparan juga dilakukan secara khusus dengan menggunakan tiga unit Milimeter GPS untuk menjamin kualitas permukaan dan kemiringan.

Adapun desain konstruksi diawasi langsung oleh konsultan asing, serta pengujian kualitas aspal menggunakan alat berteknologi tinggi, yaitu PQI 380 Non Distraction yang diklaim tanpa merusak lapisan permukaan aspal.

Desain sirkuit ini dikerjakan oleh MRK1 Consulting yang berpengalaman mendesain berbagai sirkuit balap internasional, seperti Chang International Circuit di Buriram Thailand, Canadian Motor Speedway Niagara di Canada, Primring Vladivostok di Rusia, Zhejiang Circuit di Shaoxing China, dan Baku City Circuit di Baku, Azerbaijan.

Dalam pengerjaan sirkuit ini, kontraktor PT PP Presisi Tbk (PPRE) memastikan kecepatan maksimal balapan mencapai 310 km/jam, dan tidak dijumpai di sirkuit lainnya di dunia.

PP Presisi membangun Sirkuit Mandalika dengan kapasitas 50.000 tempat duduk di grandstand dan total dapat menampung hingga 95.700 orang. Luas lahan yang dibutuhkan untuk sirkuit ini mencapai 100 hektare (Ha).

Jokowi memulai rencana pembangunan Sirkuit Mandalika pada 2019 dengan total investasi sampai sekarang mencapai Rp1,1 triliun.

Pada 2019 juga, PT Pertamina (Persero) menggelontorkan uang sebesar Rp100 miliar untuk membeli hak penamaan dan juga menjadi sponsor utama Sirkuit Mandalika. Kontrak tersebut berlaku hingga 2022. Dari kontrak itulah nama sirkuit MotoGP pertama di Indonesia ini berubah menjadi Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Tahun depan, masyarakat Indonesia akan menyaksikan secara langsung aksi pebalap internasional melintasi 4,31 kilometer lintasan sirkuit dengan 17 tikungan di Mandalika. Dalam agenda MotoGP pada Maret 2022, Indonesia akan menjadi tuan rumah dan Sirkuit Mandalika akan menjadi venue-nya.

Selain Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN juga terlibat dalam pembangunan Sirkuit Mandalika. Baru-baru ini, produsen listrik nasional ini menggelontorkan investasi sebesar Rp47,5 miliar untuk menyediakan pasokan listrik yang andal di Sirkuit Mandalika. (TrenAsia.com)

Editor: Sutan Kampai

Related Stories