BNI Kucurkan Kredit Rp257,9 Miliar untuk Dukung RI Bangun Pabrik Katalis Merah Putih

Sabtu, 19 Maret 2022 14:16 WIB

Penulis:Sutan Marajo

Editor:Redaksi

MENARA-BNI-SHOOT-3 (1).jpeg
Menara BNI (TrenAsia)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memberi fasilitas kredit senilai Rp257,9 Miliar untuk proyek pembangunan pabrik katalis merah putih yang terdiri dari kredit investasi, modal kerja, serta pemberian plafond LC/SKBDN, GB, dan SBLC.

Kredit tersebut diberikan kepada PT Katalis Sinergi Indonesia yang merupakan perusahaan patungan bersama antara PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha Subholding Commercial & Trading Pertamina yakni PT Pertamina Lubricants; PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usaha yaitu PT Pupuk Kujang; serta ITB melalui perusahaannya  PT Rekacipta Inovasi ITB kepada PT Pupuk Indonesia (Persero).

Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi 3 BNI Rudy Sihombing menyatakan pemberian fasilitas pembiayaan ini merupakan bukti nyata implementasi brand BNI Go Green yang mengukuhkan BNI sebagai pelopor Green Banking di Indonesia. 

Dengan mengintegrasikan program bisnis sejalan dengan Sustainable Development Goals / SDGs nomor 7 yaitu energi bersih dan terjangkau dan nomor 13 yaitu penanganan perubahan iklim melalui dukungan pembiayaan atas bisnis dengan nilai keberlanjutan kepada lingkungan.

“Dukungan pembiayaan atas proyek pembangunan Pabrik Katalis Merah Putih merupakan ekspansi kredit berwawasan lingkungan pertama BNI di tahun 2022, berkontribusi kepada penambahan Green Portfolio perusahaan serta wujud pembuktian BNI sebagai salah satu Bank yang menjadi motor penggerak pelaksana Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) di Indonesia,” kata dia dalam website resmi seperti dikutip Jumat, 18 Maret 2022.

Seperti diketahui, proyek katalis merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2020 dan telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, akan memproduksi katalis-katalis yang sepenuhnya dikembangkan dan dipatenkan secara mandiri di dalam negeri. 

Produksi pabrik PT Katalis Sinergi Indonesia akan menghasilkan +/- 800 ton katalis per tahun yang berasal dari dua lini produksi. Katalis Merah Putih yang diproduksi pada tahap awal terdiri dari katalis untuk keperluan Pertamina sebesar 64% dan katalis oleochemical untuk keperluan industri oleokimia di Indonesia sebesar 36%.

Dengan pembangunan pabrik ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor katalis secara signifikan, mempercepat lahirnya inovasi produk dan teknologi baru, membangun daya saing industri dalam negeri sekaligus meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi bangsa Indonesia.

Terlebih, Indonesia saat ini semakin butuh industri energi baru terbarukan yang strategis sebagai motor untuk menekan emisi karbon. Demikian dikutip dari laman resmi TrenAsia.com jaringan media KabarMinang.id

Di samping itu, energi berbasis fosil Indonesia pula memiliki masa berakhir sehingga perlu dicarikan energi baru terbarukan agar lebih berkelanjutan.